- Lonjakan permintaan chip untuk pusat data AI menyebabkan harga chip DRAM dunia melonjak 450 persen sejak September 2025.
- Produsen mobil global seperti Ford dan Volkswagen terpaksa meningkatkan anggaran serta menyesuaikan proyeksi pembelian bahan baku hingga 2027.
- Gangguan pasokan ini berdampak universal dan diprediksi akan terus menekan stabilitas produksi otomotif dunia hingga tahun 2028 mendatang.
Suara.com - Setelah industri otomotif sempat terguncang oleh krisis chip akibat pandemi COVID-19, kini masalah serupa muncul lagi. Bedanya, kali ini bukan virus yang jadi biang keladi, melainkan ledakan permintaan chip dari sektor AI.
Perusahaan teknologi berlomba membangun pusat data, menyerap pasokan chip DRAM dalam jumlah masif, dan membuat harga melonjak tajam.
Konsultan Kearney melaporkan harga spot chip DRAM naik sekitar 450 persen antara September 2025 hingga Januari 2026.
Laporan dari Carscoops menyatakan bahwa produsen mobil seperti Ford, General Motors, Volkswagen, Stellantis, Renault, dan BMW sudah mengantisipasi dampak ini.
"Saat ini rantai pasok chip memori masih utuh. Jika ada tantangan, kami siap bereaksi fleksibel dengan langkah terarah," kata seorang juru bicara VW.
Kenaikan harga chip mulai terasa sejak akhir 2025 dan semakin parah memasuki semester pertama 2026. Lonjakan ini terjadi cepat, membuat banyak pabrikan mobil harus menyesuaikan proyeksi pembelian bahan baku untuk tahun 2026 dan 2027.
Fenomena ini terjadi secara global, terutama di Eropa dan Amerika Serikat, di mana pabrikan mobil besar berbasis.
Namun dampaknya bisa meluas ke Asia, termasuk Indonesia, karena rantai pasok chip bersifat internasional.
Hampir 90 persen pasokan DRAM dunia dikendalikan oleh Samsung, Micron, dan SK Hynix, sehingga tekanan harga berlaku universal.
Baca Juga: Usai Tuai Kritik, Samsung Klarifikasi Isu Penghapusan Data Samsung Health
Permintaan chip melonjak karena pusat data AI membutuhkan kapasitas memori besar untuk melatih model kecerdasan buatan.
Produsen chip lebih memilih menjual ke perusahaan AI yang berani membayar lebih tinggi.
Akibatnya, industri otomotif yang juga bergantung pada chip memori ikut terjepit. Joachim Kahmann dari Stellantis menilai gangguan ini bersifat sementara, dengan prediksi kondisi bisa membaik pada 2028.
Dampak ke Produksi Mobil
- Ford & GM: Sudah menambah anggaran pembelian bahan baku ratusan juta dolar untuk 2026.
- VW: Mengklaim rantai pasok masih aman, tapi siap melakukan langkah antisipasi.
- Stellantis: Meningkatkan proyeksi pembelian chip untuk 2026–2027, namun produksi belum terganggu.
- Renault: Optimis industri akan beradaptasi lewat investasi dan ekspansi kapasitas.
- BMW: Mengandalkan kontrak jangka panjang dengan pemasok, sehingga belum ada tanda-tanda gangguan produksi.
Meski pabrikan berusaha menenangkan pasar, laporan dari ZVEI menegaskan tekanan harga chip tidak akan mereda dalam waktu dekat.
Dengan kapasitas produksi chip yang butuh waktu bertahun-tahun untuk ditambah, ancaman terhadap stabilitas produksi mobil tetap nyata.
Berita Terkait
-
Usai Tuai Kritik, Samsung Klarifikasi Isu Penghapusan Data Samsung Health
-
Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia
-
MMA Marketing Talk 2026 Soroti Peran AI dan Kepercayaan Konsumen Dalam Pertumbuhan Bisnis
-
ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, AI Lokal yang Pangkas Penetration Testing Jadi Hitungan Jam
-
Spotify Luncurkan Fitur Baru AI Chat, Bisa Diajak Ngobrol hingga Atur Lagu
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Kapan Harus Resign dari Pekerjaan? Kenali 5 Tanda yang Perlu Diwaspadai
-
Tarif Transjakarta Akan Naik? Ini Syarat Mutlak dari DPRD DKI Jakarta
-
Bos Pertamina Akui Kenaikan Harga Pertamax Picu Kelangkaan BBM Subsidi: Saya Minta Maaf!
-
Masih Terpusat di Jawa, Distribusi E-Commerce ke Maluku dan Papua Jadi Tantangan
-
Apa FIFA Berani Hukum Berat Argentina Usai Aksi Provokatif Lionel Messi Cs?
-
AI Perparah Krisis Chip, Produksi Mobil Turut Terancam
-
Peluang Cuan di Blok Masela Demi Gaji Guru dan Sekolah Kelas Dunia
-
Daftar 5 Mobil Bekas Irit BBM yang Bisa Jadi Alternatif Mobil Hybrid
-
Digitalisasi Pelabuhan Pangkas Proses Bisnis, Layanan Kapal Makin Cepat
-
Ledakan Keras Guncang Doha Qatar!