Suara.com - Selaku operator kompetisi Indonesia Super League (ISL) PT Liga Indonesia meminta semua klub, khususnya PSM Makassar untuk menyelesaikan tunggakan gaji pemain. Hal tersebut dimaksudkan agar klub-klub tersebut tetap bisa berlaga pada kompetisi musim depan.
Pasalnya, menurut aturan yang berlaku setiap tim yang memiliki masalah pembayaran gaji pemain tidak diperbolehkan untuk mengikuti kompetisi.
"Setiap tim yang masih menunggak gaji pemainnya tidak akan bisa mengikuti kompetisi ISL. Ini berlaku bagi semua, aturan ini masih aturan yang lalu," jelas CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono, saat dihubungi dari Makassar, Sulsel, Kamis (4/12/2014).
Joko mengharapkan PT Pagolona Sulawesi Mandiri, pemilik klub PSM Makassar, untuk segera menyelesaikan masalah tunggakan gaji para pemainnya.
Terkait keberadaan dana kontribusi komersial dari PT Liga Indonesia sebesar Rp 2 miliar bagi setiap peserta kompetisi ISL, pihaknya mengakui akan memberikan kepada tim peserta secara bertahap.
Dari informasi yang diperoleh, PT Liga Indonesia telah mencairkan dana kepada PSM sebesar Rp 800 juta. Artinya masih tersisa sebanyak Rp 1,2 miliar dari total Rp 2 Milliar dana yang belum disalurkan kepada PSM hingga saat ini.
Untuk sisa kontribusi komersial itu, Joko membenarkan jika sisanya belum diberikan kepada klub.
"Nanti menunggu dulu RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) PT Liga Indonesia bulan Desember ini selesai baru kita distribusikan, " ujarnya.
Ia berharap klub bersabar hingga sisa dana kontribusi komersial itu diberikan. Sebab, sejak awal sudah disepakati bersama bahwa pemberian dana tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga kompetisi berakhir menyusul RUPS tahunan.
Dengan dana Rp1,2 miliar itu sebenarnya bisa membantu manajemen untuk menyelesaikan sisa tunggakan gaji pemain. Meski diperkirakan tidak bisa menyelesaikan semua tunggakan gaji, namun setidaknya mampu menutupi sebulan hingga dua bulan gaji pemain.
Mantan pemain PSM Makassar, Faisal Maricar menilai, saat ini memang sudah zaman sepak bola profesionalisme sehingga gaji pemain cukup besar.
"Jadi saya sarankan, untuk musim depan bikin perencanaan anggaran yang bagus. Kemudian usahakan agar PSM kembali bermain di Makassar, jadi anggaran operasional tidak terlalu membengkak dan bisa dioper untuk pembayaran gaji pemain," jelasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Resmi! PSM Makassar Kembali Tunjuk Darije Kalezic Sebagai Pelatih
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
-
Tendang Achmad Jufriyanto, Suporter PSM Makassar Minta Maaf ke Persib Bandung
-
Persib Bandung Sampaikan Update Kondisi Pemain usai Diduga Diserang Oknum Suporter
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan