Suara.com - Pelatih Sriwijaya FC Benny Dollo atau yang akrab disapa Bendol mengaku kesulitan menjaga ritme tim setelah penghentian sementara kompetisi QNB League oleh PT Liga Indonesia sejak 12 April hingga waktu yang belum ditentukan.
"Bagaimana kompetisi di Indonesia ini. Saya pusing mau menjaga ritme pemain, sudah naik harus turun lagi. Bukan hanya mengganggu performa fisik tapi juga psikologis," kata pelatih yang akrab dipanggil Bendol ini di Palembang, Rabu.
Ia mengatakan, lantaran terjebak dalam situasi sulit ini pada akhirnya memaksa tim menggelar program uji coba.
"Jika program uji coba ini tidak dijalankan maka bisa dipastikan bakal menurunkan performa pemain, padahal sebelumnya sudah siap tampil," kata dia.
Untuk itu, Bendol merencanakan dua laga uji tanding untuk mengisi kekosongan jadwal kompetisi QNB-League.
Menurut pelatih senior Indonesia ini, ia belum menentukan pasti jadwal dua laga tanding tersebut mengingat PT Liga Indonesia belum merilis jadwal kompetisi yang baru.
"Pertandingan Sriwijaya FC antara tanggal 12-25 April sudah dibatalkan. Lalu, klub diminta menunggu hasil kongres PSSI pada tanggal 18 April untuk kemudian PT Liga merilis jadwal. Artinya belum ada kepastian, saya juga bingung ketika ditanya kapan mau uji coba," kata dia.
Lantaran tidak ada kepastian itu, Bendol pun hanya memproyeksikan laga melawan PS Bangka yang relatif dekat dengan Palembang.
Seusai menelan hasil imbang 3-3 atas PSM Makassar pada 11 April lalu, jajaran pelatih telah menyiapkan program khusus untuk memperbaiki kinerja tim mengingat dari seluruh laga yang dilakoni selalu gagal menuai hasil maksimal.
Dua laga di kandang yakni lawan PBR dan Semen Padang hanya berakhir imbang, sementara pada away perdana yakni melawan PSM Makassar juga menuai hasil imbang.
Kekalahan atas PSM menjadi catatan khusus Bendol karena lini belakang "Laskar Wong Kito" sangat mudah ditembus oleh pemain lawan.
Pada musim kompetisi 2015, Sriwijaya FC menargetkan gelar juara dengan merekrut sejumlah pemain nasional kelas wahid, di antaranya Ferdinand Sinaga (pemain terbaik 2014), Titus Bonay, Patric Wanggai, dan Raphael Maittimo. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Selamat Tinggal, Sriwijaya FC Degradasi ke Liga 3
-
Alex Noerdin Wafat, 3 Jejaknya di Sepak Bola: Dari Sriwijaya FC hingga Coba Datangkan Ronaldinho
-
Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Inilah Deretan Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah Liga Indonesia
-
Achmad Zulkifli Didepak dari Pelatih Kepala Sriwijaya FC
-
Championship 2025/2026 Sudah Bergulir, 8 Tim Masih Tunggak Gaji Pemain
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Mal Ramai Pasang Pagar Tinggi, Polda Metro Jaya Ungkap Situasi Jelang Agustus
-
Taruna Akpol Asal Papua Meninggal Jelang Latihan Integrasi, Ditemukan Luka Sebelum Tewas
-
Erick Thohir Ungkap Alasan Kuat di Balik Dukungan ke Infantino Komersialkan Piala Dunia
-
4 Micellar Water Green Tea Solusi Lawan Pemicu Jerawat pada Kulit Berminyak
-
Dari Fashion hingga Kuliner, Begini Wajah Baru Brand Lokal Indonesia
-
Pramono Bakal Minta Pakuwon Lepas Pagar di Kota Kasablanka dan Blok M Plaza
-
BPBD Kota Banjar Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
-
Gaji Kepala Daerah Mau Naik, Pakar UGM: Bagaimana Nasib Guru dan Nakes?
-
Misteri Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Sopir Ambulans dan 4 Saksi Kunci
-
Tangsel Mulai Kekeringan, 222 KK di Keranggan dan Serpong Krisis Air Bersih