Suara.com - Tim Semen Padang berhasil memenuhi ambisinya memperoleh tiga poin setelah mengalahkan Mitra Kukar dengan skor 2-1 pada pertandingan sepak bola babak delapan besar Grup D Piala Sudirman 2015 di Stadion Manahan Solo, Jateng, Selasa.
Pada pertandingan yang disaksikan sekitar ribuan penonton tersebut berjalan seru karena kedua kesebelasan menampilkan permainan terbaiknya dengan saling menyerang ke pertahanan lawan.
Semen Padang yang dikenal memiliki pertahanan yang solid pada babak pertama langsung mengambil inisiatif serangan dengan mengandalkan dua pemain depannya Adi Nugriho dan Nur Iskandar. Namun, serangannya belum membuahkan gol ke gawang Mitra.
Sebaliknya, Mitra Kukar yang diperkuat pemain asingnya, Fatrick Do Santos dan Rodrigo Do Santo juga serangannya belum mampu membahayakan gawang Semen Padang yang dipercayakan kiper Jandia Eka Putra.
Semen Padang baru berhasil memasukan bola ke gawang Mitra Kukar menit 17 melalui Vendry Mofu, setelah terjadi kemelut di depan gawang kiper Sahar Kinanjar. Mofu sekali sontek bola masuk dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Semen Padang.
Bahkan, Semen Padang menambah gol menit 27 melalui tendangan bebas dari luar kotak penalti gawang Mitra Kukar yang dilakukan oleh Irsyad Maulana. Bola tendangan Irsyad itu, yang melengkung masuk di sudut gawang Mitra, yang tidak mampu diatisipasi kiper Sahar Ginanjar.
Namun, Semen Padang yang unggul dua gol tersebut harus kehilangan satu pemainnya, Vendry Mofu setelah mendapatkan dua kartu kuning oleh wasit, akibat melakukan pelanggaran terlalu keras terhadap pemain Mitra. Semen Padang menit 31 harus bermain 10 orang hingga babak pertama usai, kedudukan tetap 2-0.
Semen Padang memasuki babak kedua tetap bermain konsisten dengan memperkuat pertahanan dan melakukan serangan balik dengan cepat ke gawang Mitra. Sedangkan, Mitra Kukar meningkatkan tempo permainan terus menekan ke pertahanan lawan.
Namun, Mitra serangan sering dilakukan ke pertahanan Semen Padang belum membuahkan hasil gol untuk mengejar ketinggalnya.
Mitra memiiki peluang untuk mengejar gol pada menit 54 melalui tendangan Fatrick Do Santos yang tinggal berhadapan dengan Kiper Semen Padang, Jandia Eka, tetapi bolanya melenceng tipis disisi kiri gawang lawan.
Mitra baru mampu memperkecil kekalahan pada menit 85 bunuh diri pemain belakang Semen Padang, Mohamadou Alhadji, sehingga kedudukan menjadi 2-1 masih untuk Semen Padang. Gol Mitra berawal dari tendangan keras yang dilakukan oleh Michael Orah dari sudut kiri, dan bolanya berhasil dihadang kaki Mohamandou, tetapi arahnya justru masuk ke gawang sendiri dan gol.
Semen Padang sebenarnya mempunyai peluang meit 67 melalui tendangan Irsyad Maulana, tetapi bolanya berhasil diblok kiper Sahar, dan kedudukan tetap bertahan 2-1 untuk Semen Padang ini, bertahan hingga babak kedua usai.
Wasit yang memimpin pertandingan antara Semen Padang melawan Mitra, Iwan Sukoco asal Malang, mengeluatkan kartu kuning untuk Hengki Ardiles, Mohamandou, Yu Hyunkoo, Irsyad Maulana (Semen Padang), Syarizal, Bayu Pradana, Rodrigo Do Santos (Mitra Kukar, sedangkan kartu merah untuk Vendry Mofu (Semen Padang).
Pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra, mengatakan timnya pada babak pertama terlalu percaya diri setelah menang melawan Persija pada pertandingan sebelumnya. Namun, timnya setelah kebobolan dua gol melawan Semen Padang, mereka permainan langsung menurun tidak bersemangat.
"Kami tetap menghargai permain timnya yang bekerja keras untuk bisa menyamakan kedudukan melawan Semen Padang," katanya.
Menurut dia, dua yang masuk ke gawangnya kesalahan pemain barisan belakang Mitra Kukar. Dan, pemaim strikernya Fatrick yang cedera masih dipaksakan turun sehingga dia tidak bisa maksimal.
Pelatih Semen Padang Nil Maizar mengatakan memberikan apresiasi kepada timnya yang bekerja keras berjung untuk menjaga gawangnya agar tidak kebobolan setelah bermain hanya 10 orang.
"Anak-anak bermain kerja keras dan tetap rendah diri setelah menang dua kali, sebelumnya melawan PS TNI 2-1 dan Mitra Kukar juga 2-1, sehingga sudah memperoleh enam poin dan dipastikan lolos ke babak selanjutnya," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Masalah Imran Nahumarury dengan Malut United, Kini Resmi Jadi Pelatih Semen Padang
-
Van Gastel Puji Mental Baja PSIM Yogyakarta Usai Tahan Imbang Semen Padang Meski Kalah Jumlah Pemain
-
Pelatih Semen Padang FC Dejan Antonic Dipecat Usai Ditahan Imbang PSIM Yogyakarta
-
PSIM Yogyakarta Kehilangan Ze Valente Lawan Semen Padang, Van Gastel Putar Otak
-
Eks Mertua Pratama Arhan Bawa Kasus Baru ke PSSI, Akan Segera Lapor
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
John Herdman Puji Habis-habisan Beckham Putra dan Dony Tri Pamungkas
-
Timnas Indonesia Bantai Saint Kitts and Nevis, John Herdman: Jangan Cepat Puas!
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Patrick Cruz: Detail-detail Kecil Akan Menentukan Hasil vs PSS Sleman
-
Cetak Dua Gol untuk Timnas Indonesia! Beckham Putra Bungkam Mulut Netizen
-
Welcome Back Elkan Baggott! Ini Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis
-
Hasil FIFA Series 2026: Bulgaria Mengamuk, Hajar Kepulauan Solomon Dua Digit Gol!
-
Ezra Walian Dicoret, Siapa Algojo Bola Mati Timnas Indonesia di FIFA Series 2026?
-
John Herdman Janjikan Timnas Indonesia Naik Level di FIFA Series 2026
-
Pernahkah Timnas Indonesia dan Saint Kitts and Nevis Berhadapan?