Suara.com - Tim pelatih PSM Makassar menunggu kedatangan penyerang naturalisasi Australia asal Brasil, Reinaldo Elias da Costa, saat tim "Juku Eja" menggelar pemusatan latihan di Bali yang dimulai hari ini.
Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina, Jumat (24/2/2017), menyatakan tim pelatih memang menginginkan pemain yang bersangkutan untuk membuktikan kualitas apakah layak memperkuat PSM di kompetisi resmi Liga 1 2017.
"Berdasarkan informasi, hanya satu pemain yang masih ditunggu bergabung yakni Reinaldo. Tim pelatih juga meminta pemain yang bersangkutan untuk bisa bergabung selama PSM menjalani pemusatan latihan di Bali," katanya sebelum bertolak ke Bali.
Mengenai masih adanya empat pemain seleksi yang ikut bersama tim PSM dan berpeluang dicoret jika tidak mampu membuktikan kualitasnya, dirinya mengaku jika tim pelatih sejauh ini masih belum menyiapkan pemain cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan pencoretan.
PSM juga tetap berharap empat pemain yang masih berstatus seleksi seperti Arthur Irawan serta Romario, Syavei, dan Nur Hidayat yang merupakan skuat tim U-21, tetap bisa membuktikan punya kemampuan seperti yang diharapkan tim pelatih.
"Kami masih akan melihat perkembangan kedepan. Namun peluang keempat pemain itu tentunya masih terbuka lebar untuk dikontrak dan bergabung bersama tim di Liga 1 2017," ujarnya.
Pelatih Kepala PSM Robert Rene Alberts, sebelumnya menyatakan serius untuk mendatangkan penyerang yang masih bergabung dan berlatih bersama Pusamania Borneo FC (PBFC) tersebut.
Reinaldo sendiri berdasarkan data wikipedia merupakan pemain kelahiran Brasil naturalisasi Australia. Pemain yang bersangkutan memiliki tinggi badan 194 cm yang tentunya masuk dalam kriteria penyerang buruan PSM.
Menurut Robert, postur tubuh yang tinggi dan dinilai mampu memerankan posisi sebagai seorang "target man" menjadi dasar bagi pelatih asal Belanda itu untuk bisa mendatangkannya.
Baca Juga: Menpora Beri 'Lampu Hijau' Sirkuit Balap di Lido, untuk MotoGP?
Selain soal cocok atau tidaknya dalam tim, dirinya juga berharap baik manajemen dengan pemain yang bersangkutan mendapatkan kesepakatan harga. Sebab meski kemampuannya sudah sesuai dengan yang diharapkan, namun nilai kontrak yang tidak sesuai, maka tentu sulit didaratkan.
Mantan pelatih Arema itu juga belum bisa memastikan apakah pemain yang bersangkutan sudah bisa bergabung bersama tim pada saat pelaksanaan pemusatan latihan di Bali yang mulai dilaksanakan 24 Februari 2017 atau tidak.
"Kita harus lihat dulu apa Reinaldo itu cocok dengan tim termasuk budget-nya juga apakah sesuai dengan yang disiapkan manajemen," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Mengulas Warisan Abadi Romcom Remaja dalam Film 10 Things I Hate About You
-
6 Sunscreen Anti Aging yang Mengandung Bahan Alami sesuai Review dan Harga
-
Febrie Adriansyah Kalah! Hakim Tolak Praperadilan Status Tersangka dan Penahanan Kasus TPPU
-
Jakmania Boikot Persija, Rizky Ridho Akhirnya Angkat Bicara: Kami Butuh Kalian!
-
Awas Ketipu Angka Palsu! Ini Cara Cek Odometer Motor Bekas yang Asli Belum Direset
-
Andalkan AI Benahi Desil, Luhut: Orang Tak Bisa Sembunyikan Data Lagi
-
322 Orang Ditangkap Buntut Demo 27 Agustus, 48 Jadi Tersangka
-
Pengembangan PLTP Makin Masif, Industri EPC Ikut Kecipratan
-
66 Orang Sudah Dipecat, Ini Alasan Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Jam 2 Pagi
-
Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia