Suara.com - Pemuncak klasemen sementara Liga 1 2017, Bhayangkara FC, kini tengah berusaha memperbaiki mental pemain setelah kalah dalam dua laga beruntun. Kini, fokus The Guardian adalah melawan Persela Lamongan pada Jumat (27/10/2017).
Sebagaimana diketahui, posisi Bhayangkara di puncak klasemen terancam bergeser jika kembali menelan kekalahan. Oleh karenanya, Evan Dimas dan kawan-kawan kini difokuskan untuk memperbaiki mental bermain.
"Fokus kami kini adalah memenangkan pertandingan melawan Persela. Itu harus kami lakukan agar mental bertanding kami kembali meningkat. Akan menjadi pekerjaan cukup sulit memang, tapi kami harus yakin, dan tiga poin menjadi tujuan kami di pertandingan nanti," kata Pelatih Bhayangkara FC, Simon Mcmenemy, di Jakarta, Senin (23/10/2017).
Dalam dua laga sebelumnya, Bhayangkara harus menerima kekalahan dari PSM Makassar 0-2 dan Barito Putera 0-1. Harusnya, Bhayangkara musti menjalani laga berat melawan Madura United pada akhir pekan nanti.
Namun hal itu batal dilakukan, lantaran Madura United mendapatkan sanksi dari PSSI berupa larangan tampil di kandang. Oleh karenanya, laga melawan Madura United ditunda dan digantikan partai melawan Persela.
Untuk itu, pembenahan lini belakang menjadi target utama Bhayangkara. Hal ini mengingat dalam dua laga, Evan Dimas dan kawan-kawan sudah kebobolan 4 gol. Absennya kapten tim Indra Kahfi akibat akumulasi kartu membuat Simon bakal menggandalkan Otavio Dutra sebagai leader di lini belakang.
"Kami punya banyak opsi. Tapi tentu, kami tidak bisa mengungkapkan siapa yang akan bermain nanti," tambah Simon.
Sementara itu, Indra Kahfi sendiri meminta timnya untuk tetap solid dan bekerja keras untuk bisa memenangi sisa tiga pertandingan. Dia berharap dengan begitu, Bhayangkara bisa memastikan diri menjadi juara Liga 1 2017.
"Tantangan bagi kami adalah mengalahkan diri sendiri. Jika itu sudah dilakukan, kemenangan akan gampang kita raih. Jadi saya berharap, para pemain tetap kompak di dalam maupun di luar lapangan," ujar Indra.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan