Suara.com - Awan kelabu merundung masyarakat Italia pada, Senin (13/11/2017) malam waktu setempat. Mereka harus menerima kenyataan pahit melihat negaranya gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 Rusia.
Kegagalan tersebut menyusul hasil imbang tanpa gol melawan Swedia pada leg kedua play-off Zona Eropa di Stadion Giuseppe Meazza, Milan. Dengan demikian, Swedia-lah yang berhak tampil di event empat tahunan ini.
Negeri yang berada di kawasan Skandinavia itu unggul agregat 1-0 berkat kemenangan di pertemuan pertama di kandang sendiri, 10 November lalu.
Bagi Italia, kegagalan ini merupakan kali pertama dalam kurun waktu 60 tahun. Tim Azzurri terakhir kali gagal tampil di Piala Dunia tahun 1958.
Uniknya, pagelaran Piala Dunia 1958 justru digelar di Swedia, negara yang menyingkirkan Italia dari perhelatan Piala Dunia 2018 Rusia.
Absennya Italia tentu saja membuat perhelatan akbar sepakbola dunia tahun depan ibarat sayur tanpa garam. Pepatah tersebut bukan tanpa dasar.
Sebab, Italia dikenal sebagai salah satu negara adidaya persepakbolaan dunia. Empat trofi Piala Dunia menjadi bukti kedigdayaan Italia.
Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018 membuat persepakbolaan Italia seperti berada di titik nadir. Situasi ini merujuk pasca keberhasilan mereka menjuarai Piala Dunia 2006 di Jerman.
Baca Juga: Italia Gagal ke Piala Dunia, Pelatih Ini Menolak Mundur
Foto: Para fans timnas Italia tampak sedih setelah tim kebanggaan mereka gagal lolos ke Piala Dunia 2018. [AFP/Piero Cruciatti]
Sejak meraih trofi Jules Rimet keempat kalinya di Jerman, prestasi Tim Azzurri justru anti-klimaks.
Di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan misalnya. Italia yang tampil dengan status juara bertahan, gagal melaju ke fase knock-out setelah menempati posisi juru kunci Grup F.
Ketika itu, Italia yang kembali ditangani Marcello Lippi--pelatih yang membawa Italia juara Piala Dunia 2006--kalah bersaing dengan Paraguay, Slowakia, dan Selandia Baru.
Empat tahun berselang di Brasil, prestasi Tim Azzurri tidak begitu membaik amat. Mereka sedikit lebih baik dengan menempati peringkat ketiga klasemen Grup D di bawah Kosta Rika dan Uruguay, dan di atas Inggris.
Foto: Para pemain timnas Swedia merayakan keberhasilan mereka lolos ke putaran final Piala Dunia 2018, Senin (13/11/2017). [AFP/Marco Bertorello]
Urung tampilnya Italia pada perhelatan Piala Dunia 2018 Rusia sontak membuat banyak kalangan terkejut. Salah satunya dari legenda sepakbola Inggris, Gary Lineker.
Melalui akun Twitter-nya, Lineker menuliskan keprihatinan dan kesedihannya dengan ketidakikutsertaan Italia pada Piala Dunia 2018.
"Mamma Mia (ekspresi keterkejutan--red)! Italia, 6 kali finalis Piala Dunia, 4 kali juara Piala Dunia, selalu tampil di (putaran) final Piala Dunia sejak 1958 telah gagal lolos ke #Russia2018. Piala Dunia tidak akan sama lagi tanpa mereka. Arrivederci (selamat tinggal--red)," cuit Lineker melalui akun-nya, @GaryLineker.
Tidak hanya sampai di situ, kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2018 membuatnya kembali memunculkan wacana perhelatan Piala Dunia diikuti 48 negara, sebagaimana gagasan serupa yang sempat ramai beberapa tahun silam.
"Tidak ada Italia. Tidak ada Cile. Tidak ada Belanda. Tidak ada Amerika. Mungkin ini saatnya mempertimbangkan Piala Dunia (diikuti) 48 tim...oh tapi tunggu dulu," tweet Lineker.
Statistik Italia di Putaran Final Piala Dunia
|
Tahun |
Babak |
|
- 1930 di Uruguay |
Tidak Ikut |
|
- 1934 di Italia |
Juara |
|
- 1938 di Prancis |
Juara |
|
- 1950 di Brasil |
Grup |
|
- 1954 di Swiss |
Grup |
|
- 1958 di Swedia |
Tidak Lolos |
|
- 1962 di Cile |
Grup |
|
- 1966 di Inggris |
Grup |
|
- 1972 di Meksiko |
Runner-up |
|
- 1974 di Jerman |
Grup |
|
- 1978 di Argentina |
Peringkat Keempat |
|
- 1982 di Spanyol |
Juara |
|
- 1986 di Meksiko |
16 Besar |
|
- 1990 di Italia |
Peringkat Ketiga |
|
- 1994 di Amerika |
Runner-up |
|
- 1998 di Prancis |
Perempat Final |
|
- 2002 di Jepang & Korsel |
16 Besar |
|
- 2006 di Jerman |
Juara |
|
- 2010 di Afrika Selatan |
Grup |
|
- 2014 di Brasil |
Grup |
|
- 2018 di Rusia |
Tidak Lolos |
Berita Terkait
-
Tottenham Akhiri Kerja Sama dengan Igor Tudor Usai Enam Pekan
-
Drama 7 Gol di Basel! Florian Wirtz Buka Suara Usai Gawang Jerman Dibobol Swiss 3 Kali
-
Federico Valverde Buat Wembley Terdiam, Uruguay Tahan Imbang Inggris di Menit Akhir
-
Uji Coba Sengit, Jerman Raih Kemenangan Dramatis 4-3 atas Swiss
-
Timnas Futsal Indonesia U-17 Ikuti Turnamen di Spanyol, Hadapi Brasil hingga Portugal
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Gol Penalti Tim Tamu Tumbangkan Garuda
-
Harry Maguire Berpeluang Susul Casemiro Tinggalkan Manchester United
-
Cetak Gol dari Penalti, Timnas Indonesia Tertinggal 0-1 dari Bulgaria di Babak Pertama
-
Casemiro Tolak Permintaan Fans Manchester United untuk Bertahan di Old Trafford
-
Persib Bandung Punya Sembilan Laga Sisa, Jupe: Fokus Laga demi Laga
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bulgaria: John Herdman Rombak Skuad!
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026
-
Membedah Taktik 4-4-2 Hybrid John Herdman, Efektif Bawa Timnas Indonesia Hajar Bulgaria?
-
Timnas Indonesia Diambang Sejarah Jelang Hadapi Bulgaria di GBK