Suara.com - Kiper Liverpool, Alison Becker, ternyata menyimpan ambisi khusus dalam mengarungi kompetisi musim 2019/2020. Ia menyatakan bahwa siap bekerja keras demi menyapu bersih semua gelar bersama The Reds.
Alison Becker sendiri cukup sukses menjalani musim perdananya di Liverpool. Didatangkan dari AS Roma pada Januari 2018, ia sudah mampu mempersembahkan trofi Liga Champions 2018/2019 serta finis sebagai runner-up Liga Primer Inggris, hanya selisih satu poin dari Manchester City.
Sukses di musim debutnya, Alison Becker nyatanya tak cepat berpuas diri. Kiper yang dianugerahi Sarung Tangan Emas itu bertekad tampil lebih baik lagi, sehingga mampu menyabet semua gelar di tujuh kompetisi musim depan.
''Kami sangat antusias namun tidak boleh jemawa, seperti yang kami lakukan musim lalu. Kami ingin mencoba meraih semua gelar musim ini, jadi kami harus bekerja keras,'' ujar Alison Becker, seperti dikutip dari laman resmi klub.
''Level permainan sangat tinggi dan nyaris sama di setiap klub. Jadi kami harus berlatih keras untuk menyamai dan meraih trofi lebih banyak musim ini,'' tuturnya menambahkan.
Lebih lanjut, Alison Becker bisa dibilang cukup sukses dalam satu tahun ini. Usai mempersembahkan trofi Si Kuping Besar untuk Liverpool, kiper 27 tahun itu melanjutkan tren positif dengan membawa Timnas Brasil merengkuh gelar juara di ajang Copa America 2019.
Alison Becker pun mengaku sangat senang dengan pencapaiannya musim lalu. Ia pun merasa beruntung bisa berada di titik seperti ini.
''Memenangi dua titel, dua trofi penting semusim itu sangat hebat untuk saya. Saya harap musim ini untuk mendapatkan lebih lagi, dan saya akan bekerja keras,'' tandas eks kiper Internacional itu.
Kendati demikian, Liverpool terbilang cukup buruk dalam melakoni laga uji coba di tur pramusim. Anak asuh Jurgen Klopp hanya membukukan dua kali kemenangan, sekali imbang, dan tiga kali kekalahan.
Baca Juga: Pelatih Napoli Merasa Biasa Saja Bisa Bantai Liverpool
Berita Terkait
-
Waduh! 9 Pemain Absen di Laga Liverpool vs Brighton, Arne Slot Bakal Mainkan Siapa?
-
Aksi Brutal Pemain Keturunan Nias Bikin Legenda Liverpool Ngamuk: Harusnya Kartu Merah!
-
Gol Semata Wayang, Virgil van Dijk Jadi Pahlawan Kemenangan Liverpool atas Sunderland
-
Tanpa Berlusconi, AC Milan Kehilangan Jati Diri, Balik ke Liga Champions Jadi Kunci
-
Conceicao Tegas Setia di Juventus, Tapi Frustrasi Minim Gol: Ini Hanya Soal Waktu!
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan