Bola / bola-indonesia
Rully Fauzi | Adie Prasetyo Nugraha
Penyerang Persija Jakarta U-20 yang juga pemain Timnas Indonesia U-19, Sutan Zico. [dok. Persija Jakarta]

Suara.com - Dicoretnya Sutan Zico dari skuat Timnas Indonesia U-19 yang saat ini sedang menjalani training camp (TC) di Jakarta mengundang reaksi dari sang mantan pelatih, Fakhri Husaini. Juru taktik asal Aceh itu memberi dukungan moril pada Zico.

Sutan Zico menjadi salah satu pemain yang dikembalikkan ke klubnya oleh manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Selain penyerang muda Persija Jakarta itu, ada 10 pemain Timnas Indonesia U-19 lainnya yang bernasib serupa.

Terkait hal ini, Fakhri menyebut dicoret dari skuat timnas adalah hal yang lumrah terjadi di sepakbola.

Baca Juga: Jadwal Perempatfinal Liga Champions Nanti Malam: Leipzig vs Atletico Madrid

Mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 dan U-19 itu pun meyakini, kesempatan kembali memperkuat panji timnas di masa depan selalu terbuka untuk Zico maupun para pemain lainnya.

Eks pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini. (Suara.com / Adie Prasetyo Nugraha)

"Untuk Sutan Zico Cs, apa yang kalian alami saat ini adalah hal biasa di sepakbola. Kecewa boleh, tapi jangan lama-lama karena waktu terus berjalan," tulis Fakhri di akun Instagram pribadinya, @coachfakhri, Kamis (13/8/2020).

"Ingat, sepakbola hanya untuk anak-anak yang kuat. Kuat menerima pujian dan kuat menghadapi ujian. Lalu, instrospeksi diri dan perbaiki setiap kekurangan, karena kesempatan kembali ke timnas akan selalu ada."

Lebih lanjut, Fakhri menceritakan pengalamannya mendapat perlakuan serupa ketika masih aktif sebagai pesepakbola.

Beberapa kejadian yang pernah dialami mantan gelandang andalan Timnas Senior Indonesia itu diceritakan. Ini agar Sutan Zico dan kolega bisa tetap semangat dan tak patah arang dalam urusan menembus skuat timnas.

Baca Juga: 5 Hits Bola: Eks Pelatih Timnas Italia Ini Resmi Dipecat Klub China

"Dicoret dari timnas dengan status kapten setelah Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia, dicoret dari timnas hanya untuk mengakomodir yang lebih senior, hampir dicoret dari timnas karena dianggap berasal dari klub kecil. Semua pernah saya alami," papar eks penggawa klub PKT Bontang itu.

Komentar