Suara.com - Seorang asisten rumah tangga (ART) asal Filipina, punya pengalaman menyentuh bersama Thomas Tuchel. Ia mengaku mendapat bantuan dari pelatih asal Jerman itu untuk membiayai operasi jantung anaknya.
Cerita ini terjadi saat Tuchel masih menangani Paris Saint-Germain (PSG) pada 2018. Ketika berada di Paris, Tuchel kemudian mempekerjakan asisten rumah tangga yang berasal dari Filipina.
Dinukil dari laporan The Sun pada Sabtu (18/9/2021), Tuchel dan istrinya menjalin ikatan yang baik dengan asisten rumah tangganya. Sebab, wanita asal Filipina tersebut bekerja sangat giat.
Singkat cerita, Tuchel akhirnya mengetahui bahwa di balik kerja keras asisten rumah tangganya, ternyata dia sedang mengumpulkan uang untuk biaya operasi jantung si anak.
Pelatih berusia 48 tahun itu kemudian tersentuh. Tuchel dilaporkan telah membiayai operasi tersebut secara penuh. Operasi pun berjalan sukses dan anak dari asisten rumah tangganya itu menantikan kehidupan yang sehat.
Tak berhenti di situ, wanita Filipina tersebut juga mendapatkan kemurahan hati Tuchel sekali lagi. Momen itu terjadi ketika Tuchel cabut dari PSG yang kemudian jadi manajer Chelsea.
Di masa-masa akhirnya bersama PSG, Tuchel kemudian berbincang dengan asisten rumah tangganya tersebut. Wanita Filipina itu lalu memberitahu Tuchel bahwa dia bermimpi untuk bisa hidup di negara asalnya dan pensiun agar bisa hidup bersama keluarga.
Tuchel yang akhirnya pergi dari PSG tak melupakan asisten pembantunya. Pelatih asal Jerman itu kemudian membelikan rumah impian untuk wanita Filipina itu di negara asalnya. Kini dia pun hidup di FIlipina dan sekarang tinggal bersama keluarganya.
Terlepas dari itu, Thomas Tuchel kini berhasil mentransformasi Chelsea menjadi tim menakutkan dan bisa disebut sebagai kandidat juara Liga Inggris musim 2021/2022.
Baca Juga: Lionel Messi akan Beli Rumah Mewah Rp803 M, Punya Fasilitas 30 Kamar
Sebelumnya, Tuchel juga sudah menghadirkan prestasi untuk Chelsea. Dia berhasil mempersembahkan gelar Liga Champions musim lalu usai mengalahkan Manchester City di babak final.
Berita Terkait
-
Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia
-
Suksesor Cristiano Ronaldo Merapat ke London, Geovany Quenda Resmi Diboyong Chelsea
-
Manchester United Rekrut Andrey Santos dari Chelsea, Rogoh Kocek Rp1,05 Triliun!
-
Sword Art Online Umumkan Film Baru, Lanjutkan Kisah usai Arc Alicization
-
Perang Anglo-Saxon vs Viking: Ujian Mental Juara Inggris Era Tuchel
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan