Suara.com - Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) Gianni Infantino mengusulkan Israel dan Palestina sebagai tuan rumah ajang Piala Dunia.
Usul Gianni Infantino ini mencuat setelah sang Presiden FIFA melakukan kunjungan resmi ke Israel. Kunjungan tersebut merupakan yang pertama baginya.
Ketika melakukan kunjungan Gianni Infantino membahas kemungkinan Israel menjadi tuan rumah pesta sepak bola dunia empat tahunan tersebut.
Akan tetapi, Infantino tidak menunjuk Israel sendiri sebagai tuan rumah, ia juga memasukkan Palestina untuk menemani negara tetangganya itu.
Selain itu, Kesepakatan Abraham terkait normalisasi situasi yang ditandatangani Israel, Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko juga turut dibahas.
Langkah tersebut diambil Infantino karena FIFA memiliki agenda memperluas Piala Duna menjadi event yang digelar sebanyak satu kali dalam dua tahun.
Gagasan Infantino menjadikan Israal-Palestina sebagai negara tuan rumah Piala Dunia tentu akan menimbulkan polemik, mengingat kedua negara tersebut berkonflik.
"Mengapa kita tak memimpikan Piala Dunia digelar di Israel dan negara tetangganya," ucap Gianni Infantino dikutip dari The Athletic.
"Menggunakan Kesepakatan Abraham, mengapa kita tidak menggelar di Israel dan tetangganya di Timur Tengah, termasuk Palestina?" imbuhnya.
Baca Juga: Sepak Bola PON Papua: Pecundangi Aceh, Tuan Rumah Sabet Emas
Namun begitu, melalui cuitan juru bicara FIFA pada akun Twitter pribadi, FIFA lebih mengutamakan Uni Emirat Arab sebagai penyelenggara Piala Dunia.
Mengingat Israel dan Palestina masih berada dalam konflik, meski begitu tak menutup kemungkinan dua negara ini kemudian bersatu untuk gelaran tersebut.
"Dalam diskusi, Presiden FIFA mengemukakan gagasan Israel sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030," tulis Bennett.
"Bersama dengan negara-negara tetangga, utamanya bersama Uni Emirat Arab." tulisnya lagi.
Seperti yang diketahui bersama jika Israel dan Palestina hingga saat ini masih terlibat konflik politik terkait pencaplokan wilayah.
Tak jarang aksi saling serang hingga menewaskan banyak orang kerap kali terjadi, utamanya di perbatasan-perbatasan negara tersebut.
Berita Terkait
-
Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?
-
Tentara Israel Blokade Jalan Sekolah di Umm al-Khair Menghambat Hak Pendidikan Siswa Palestina
-
Konvoi Mobil Menteri Israel Tabrak Mati Bocah Palestina yang Lagi Naik Sepeda ke Sekolah
-
2 Warga Palestina Ditembak Mati di Sekolah, 1 Korban Anak-anak
-
Viral! Hotel di Negara Ini Buat Pengumuman: Hewan dan Orang Yahudi Dilarang Masuk
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
BRI Super League: Menang 2-1 Atas Bhayangkara FC, Persis Terus Jauhi Zona Merah
-
Tendangan Kungfu Fadly Alberto Hengga ke Pemain Dewa UnitedBerujung Damai
-
Bojan Hodak Minta Pemain Persib Bandung Jangan Panik, Kenapa?
-
Gelar Juara Mulai Goyang, Umuh Muchtar Wanti-wanti Persib Bandung
-
Solidaritas Pemain Timnas Indonesia Mengalir Usai Ricky Kambuaya Jadi Korban Penghinaan Rasial
-
Teror Bobotoh Menanti, Gustavo Franca Pastikan Arema FC Siap Tantang Persib di GBLA
-
Persib Bandung Pantang Tersandung! Pesan Umuh Muchtar Jelang Lawan Arema FC
-
Dugaan Rasisme Hantam EPA, Erick Thohir Desak Operator Liga dan Klub Bertindak Tegas
-
Kevin Diks Marah ke Fans Bola Indonesia, Kenapa?
-
Justin Hubner Pergi, Wolverhampton Wanderers Tersingkir dari Kasta Teratas Liga Inggris