Suara.com - Gelandang Manchester United, Scott McTominay menghimbau skuad Setan Merah untuk menghentikan kebiasaan mengeluh di atas lapangan usai ditegur manajer Ralf Rangnick.
Skuad Manchester United sebelumnya mendapat banyak kritik karena kerap menunjukan bahasa tubuh yang kurang baik. Cristiano Ronaldo cs kerap mengeluh di atas lapangan.
Sikap tersebut masih ditunjukan pemain Manchester United saat susah payah menahan imbang Newcastle United dalam laga pekan ke-19 Liga Inggris.
Bahkan, legenda Setan Merah, Gary Neville secara terang-terangan tak suka dengan sikap sebagian pemain, tak terkecuali mega bintang Cristiano Ronaldo.
Pasca mendapat kritik dan teguran Ralf Rangnick, McTominay menjelaskan bahwa mereka tengah berupaya untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut.
Hasilnya cukup terbukti, Manchester United mampu kembali ke jalur kemenangan dengan menekuk Burnley 3-1 di laga pekan ke-20 Liga Inggris, Jumat (31/12/2021).
"Bahasa tubuh adalah satu hal dan manajer telah datang dan mengatakan dia ingin menghentikannya," ujar McTominay dikutip dari BT Sport.
"Dia tidak mau lagi itu terjadi, jadi itu yang terakhir. Semua pemain telah dengan tegas menerimanya dan ini penting untuk kami lakukan," tambahnya.
McTominay tak menampik bahwa Manchester United pantas dikritik setelah laga kontra Newcastle. Dia menekankan bahwa tim kini siap untuk mengakhiri musim dengan sebaik-baiknya.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Jelang Manchester United vs Burnley di Liga Inggris
"Kami tahu kritik setelah Newcastle benar-benar bisa dibenarkan. Kami menerimanya dan para penggemar bersama kami malam ini. Manajer mengatakan kepada kami untuk menggunakan adrenalin itu dan pergi dan tampil bagus," jelas McTominay.
"Sekarang saatnya kita benar-benar mulai melangkah dan berbuat banyak, jauh lebih baik. Manajer sangat menuntut dan kami bermain untuk Man United. Itulah yang harus kami lakukan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Rangnick Tegaskan MU Tak Belanja Pemain di Januari 2022
-
Jadwal Liga Inggris Akhir Pekan Ini, Ada Arsenal vs Man City dan Chelsea vs Liverpool
-
Mengapa Patung Cristiano Ronaldo di India Didemo dengan Bendera Hitam?
-
10 Fakta Menarik Usai Manchester United Taklukkan Burnley 3-1
-
Manchester United Vs Burnley: Ronaldo Cetak Gol, Setan Merah Menang 3-1
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
-
Ajax Pamerkan Sesi Latihan Maarten Paes, Peluang Debut Lawan Fortuna Sittard Terbuka
-
Tak Lazim, Spanyol Bakal Bawa 4 Kiper ke Piala Dunia 2026?
-
Kekuatan 3 Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Asal-usul Darah Indonesia Tony Kouwen, Kiper Muda yang Trial di Atletico Madrid
-
Intip Statistik Mentereng Elkan Baggott Bersama Ipswich Town di Piala FA