Suara.com - Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri coba mencari hal positif menyusul hasil imbang 1-1 yang diraih timnya saat menjamu Torino. Meski demikian, dia turut mengkritik penampilan para pemain, tak terkecuali Dusan Vlahovic.
Duel Juventus vs Torino tersaji dalam laga pekan ke-26 Liga Italia di Stadion Allianz, Turin. Si Nyonya Tua unggul lebih dulu lewat Matthijs de Ligt sebelum tim tamu menyamakan kedudukan lewat Andrea Belotti.
Dalam laga ini, Dusan Vlahovic yang didatangkan Juventus dari Fiorentina tengah musim ini, tampil melempem. Sang striker terisolasi oleh rapatnya pertahanan Torino.
Merujuk WhoScored, Vlahovic bahkan cuma diberi rating 6.2 atau hanya lebih baik dari Denis Zakaria di banding seluruh starting XI Juventus lainnya.
Vlahovic yang telah mencetak satu gol bagi Juventus, tercatat cuma mampu melepaskan satu tembakan, dan parahnya itu tak menemui sasaran karena diblok bek Torino.
Selain itu, dia juga cuma mampu mencatatkan satu dribble sukses dan satu kali memenangi duel udara.
Allegri tak segan untuk mengkritik penampilan Dusan Vlahovic pasca laga. Dia meminta sang pemain untuk cepat belajar dengan intensitas dan suasana persaingan yang ketat di tim seperti Juventus.
“Dia berjuang karena dia pemain yang sangat bagus, tetapi dia harus belajar banyak. Karena banyak pemain harus belajar," kata Massimiliano Allegri dikutip dari Football-Italia, Sabtu (19/2/2022).
"Malam ini dia harus menarik Bremer (bek tengah Torino) di sekitar lapangan dan tidak memberinya kesempatan."
Baca Juga: 3 Alasan AC Milan Bisa Juara Liga Italia Serie A Musim Ini
Menurut Allegri, Vlahovic harus segera beradaptasi dengan jadwal padat yang biasanya didapatkan tim-tim besar karena bermain di banyak kompetisi selain liga.
“Jangan lupa bahwa dia berasal dari tim yang memiliki musim yang sangat bagus [Fiorentina] tetapi dia bermain satu pertandingan dalam seminggu," beber Allegri.
“Anda harus tumbuh, Anda harus terbiasa dengan itu, semua hal yang Anda butuhkan dalam tim yang hebat, jika tidak secara fisik Anda tidak dapat memainkan permainan setiap tiga hari," tambahnya.
Berita Terkait
-
Hasil Bola Tadi Malam: Juventus Tersandung, Elche Menang, Leverkusen Terjungkal
-
Hasil Juventus vs Torino: Nyonya Tua Ditahan Imbang 1-1
-
Juventus vs Torino, Allegri Yakini Laga akan Berjalan Sulit untuk Timnya
-
Berikut 10 Klub Tersukses di Liga Champions
-
5 Hits Bola: Prediksi Inter Milan vs Liverpool: Head to Head, Susunan Pemain dan Skor Pertandingan
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan