Suara.com - Bek Bayern Munich, Matthijs de Ligt seakan menambah penderitaan mantan klubnya yang sedang krisis saat ini, Juventus, dengan menyebut Bianconeri minim ambisi di Liga Champions, Karena itu ia memutuskan hijrah ke Bayern Munich.
Usai gabung dari Ajax pada 2019, kebersamaan De Ligt bersama Juventus harus berakhir pada bursa transfer musim panas 2022 lalu, meski bek internasional Belanda itu masih terikat kontrak hingga Juni 2025 di Turin.
Keputusan itu cukup mengejutkan, mengingat pemain berusia 23 tahun ini dianggap masih bisa lebih berkembang di Juventus. Terlebih, bek veteran Giorgio Chiellini juga cabut dari Turin musim panas lalu setelah kontraknya habis.
Juventus sendiri kini bisa dibilang tengah krisis. Dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, Juventus hanya mendapatkan dua imbang dan tiga kekalahan. Tiga kekalahan dipetik dari empat pertandingan pamungkas lintas ajang.
Di sisi lain, De Ligt kini menjalani chapter baru dalam kariernya bareng Bayern. Mantan kapten Ajax itu pun seperti tidak tahan untuk memberikan komentar terhadap mantan klubnya, dan menyebutkan alasan hijrah dari Juventus.
“Saya sangat menikmati waktu saya di Juventus, tetapi saya merasa sudah waktunya untuk mendapatkan tantangan baru. Anda harus berani mengambi risiko di sepakbola,” ungkap De Ligt kepada NOS, yang dilansir Tribal Football, Rabu (21/9/2022).
“Juve adalah tim hebat, tapi datang ke sini (Bayern) adalah lompatan lebih tinggi buat saya, karena Bayern mempunyai segalanya dari sudut pandang tim," sambungnya.
"Bayern memiliki ambisi besar untuk memenangkan Liga Champions. Saya tidak merasakan hal itu di Juve," beber De Ligt.
"Filosofi permainan Bayern tidak jauh berbeda dengan apa yang diinginkan Timnas Belanda di lapangan. Saya tidak merasakan itu di Juve. Saya sudah tampil di enam dari delapan pertandingan. Jadi, saya sangat puas dengan dua bulan yang sudah saya lalui."
Baca Juga: Tampil Buruk dan Pernah Berkhianat, Ultras Sebut Leonardo Bonucci Tak Layak Jadi Kapten Juventus
De Ligt sendiri saat ini bergabung dengan Timnas Belanda untuk bersiap menghadapi dua pertandingan Grup A4 UEFA Nations League melawan Polandia dan Belgia. Belanda saat ini berada di puncak klasemen dengan nilai 10.
"Akan sangat menyenangkan jika kami bisa lolos ke semifinal Nations League," tukasya.
Berita Terkait
-
Resmi! Dayot Upamecano Perpanjang Kontrak di Bayern Munich, Real Madrid dan PSG Gigit Jari
-
Tottenham Tunjuk Igor Tudor sebagai Manajer Interim, Misi Pertama Kalahkan Arsenal
-
Inter Milan vs Juventus: Awas Yildiz dan Conceicao, Chivu Ditantang Berani Ambil Resiko
-
Diprediksi Dipimpin Wasit Ini, Inter Bakal Mudah Kalahkan Juventus di Derby dItalia
-
Prediksi Inter Milan vs Juventus: Eks Anak Asuh John Herdman Bisa Jadi Pembeda
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat