Suara.com - Timnas Indonesia gagal melaju ke final Piala AFF 2022 usai ditaklukkan tuan rumah Timnas Vietnam dengan skor 0-2 pada laga leg kedua semifinal di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Senin (9/1/2023) malam WIB.
Dua gol Timnas Vietnam diborong oleh penyerang Nguyen Tien Linh. Ia membobol gawang Timnas Indonesia kawalan kiper Nadeo Arga Winata pada menit ketiga dan 47'.
Timnas Indonesia tersingkir dengan agregat 0-2 usai di semifinal leg pertama cuma bisa bermain imbang 0-0 melawan Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat pekan lalu.
Ini menjadi penurunan prestasi setelah di Piala AFF edisi sebelumnya, yakni Piala AFF 2020 yang dihelat pada 2021, skuad Garuda asuhan Shin Tae-yong mampu mencapai final meski akhirnya ditekuk Thailand di partai puncak.
Berikut 4 rekor minor Timnas Indonesia usai kandas di semifinal Piala AFF 2022:
1. Timnas Indonesia gagal memenuhi target PSSI untuk menjadi juara Piala AFF 2022. Sebelum turnamen dimulai, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dan juga pelatih tim Garuda, Shin Tae-yong telah vokal menyatakan jika juara jadi target yang tak bisa ditawar-tawar bagi Indonesia di Piala AFF tahun ini.
2. Timnas Indonesia melanjutkan rekor 19 tahun gagal menang di Stadion My Dinh. Terakhir skuad Garuda menang di Hanoi adalah pada Piala AFF 2004 silam saat mengamankan skor telak 3-0.
3. Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memperpanjang rekor buruknya selama bertemu pelatih Timnas Vietnam yang juga kompatriotnya, Park Hang-seo. Sejak menjabat sebagai pelatih Indonesia pada 2018, Shin Tae-yong belum pernah menang dalam lima perjumpaan dengan Park Hang-seo.
4. Prestasi terbaik Timnas Indonesia di Piala AFF hanya enam kali jadi runner-up. Enam kali menembus final, enam kali pula Indonesia keok di partai puncak pesta sepak bola antar negara-negara Asia Tenggara itu. Teranyar, skuad Garuda bahkan gagal mencapai final Piala AFF 2022 usai disingkirkan Vietnam di semifinal.
Baca Juga: Timnas Indonesia Lanjutkan Nestapa di Piala AFF, Belum Juga Pecah Telur Jadi Juara
Berita Terkait
-
Obrolan Kamar Dony Tri Pamungkas dan Rizky Ridho yang Bangkitkan Semangat Juang Timnas Indonesia
-
Pengakuan Jujur Dony Tri Pamungkas Usai Bikin Pemain Bulgaria Bertubrukan di GBK
-
Ivar Jenner Blak-blakan: Belum Puas Hanya Jadi Pemanis Bangku Cadangan Dewa United
-
Thom Haye Puji Beckham dan Eliano Reijnders Usai Tampil Bersama Timnas Indonesia
-
Nasib Ranking FIFA Negara ASEAN, Timnas Indonesia Masih di Bawah Tetangga
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Obrolan Kamar Dony Tri Pamungkas dan Rizky Ridho yang Bangkitkan Semangat Juang Timnas Indonesia
-
Pep Guardiola Ingin Tinggalkan Manchester City, Klub Mulai Siapkan Skenario
-
Nicky Butt Percaya Jose Mourinho Pelatih yang Cocok untuk Tangani Manchester United
-
Pengakuan Jujur Dony Tri Pamungkas Usai Bikin Pemain Bulgaria Bertubrukan di GBK
-
Infrastruktur Terburuk di Eropa, UEFA Ancam Cabut Status Tuan Rumah Italia di Piala Eropa 2032
-
Thomas Tuchel Peringkatkan Phil Foden, Bisa Dicoret dari Skuad Piala Dunia 2026
-
Adem Ayem, Legenda Futsal Indonesia Puji Sosok Hector Souto
-
Belum Aman dari Degradasi, PSIM Yogyakarta Bidik Poin di Kandang Dewa United
-
Dony Tri Pamungkas Jawab Rumor Abroad Ke Eropa Setelah Dapat Wejangan Khusus dari Calvin Verdonk
-
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Gabriele Gravina Mundur dari Kursi Ketum FIGC