Suara.com - Laga semifinal sengit antara Timnas Uzbekistan dan Timnas Indonesia dalam Piala Asia U-23 2024 telah meninggalkan banyak sorotan. Namun, bukan hanya gol-gol yang dicetak yang menjadi pembicaraan utama, melainkan juga sebuah insiden yang melibatkan tim medis Uzbekistan yang disebut-sebut memiliki inhaler misterius.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Abdullah bin Khalifa pada Minggu (29/4/2024) kemarin, Timnas Indonesia harus menelan kekalahan 0-2 dari Uzbekistan. Gol-gol yang mengantar kemenangan Uzbekistan dicetak oleh Khusayin Norchaev dan gol bunuh diri yang malang dari Pratama Arhan.
Namun, sorotan terbesar justru datang dari sebuah insiden pada babak pertama, ketika pemain Uzbekistan, Ulugbek Khoshimov, dilanggar oleh pemain Indonesia, Nathan Tjoe-A-On. Pelanggaran ini menyebabkan Khoshimov harus mendapatkan perawatan dari tim medis Uzbekistan.
Menariknya, media Vietnam, Soha, menangkap momen yang menimbulkan tanda tanya besar. Saat Khoshimov menerima perawatan, ia terlihat menghirup sebuah benda yang diberikan oleh tim medis Uzbekistan yang dikenal sebagai Serigala Putih. Benda tersebut terlihat seperti sepotong kapas berukuran kecil.
Yang membuat kejadian ini semakin menarik adalah efek yang terlihat setelah Khoshimov menggunakan inhaler tersebut. Meskipun sebelumnya terlihat kesakitan akibat pelanggaran, Khoshimov langsung kembali fit dan bahkan mengancam gawang Indonesia dengan tembakan jarak jauh yang meleset tipis.
Belum diketahui secara pasti apa isi kapas yang dihisap oleh pemain Uzbekistan tersebut. Namun, besar dugaan kapas tersebut mengandung amonia.
Hal ini berkaitan dengan laporan menarik dari pers Rusia yang menyebutkan bahwa menghirup amonia sebelum pertandingan dapat meningkatkan konsentrasi dan aliran oksigen dalam waktu singkat. Terapi semacam ini bahkan dilakukan oleh Timnas Rusia pada Piala Dunia 2018.
Perlu dicatat, senyawa amonia tidak masuk ke dalam daftar larangan dalam World Anti-Doping Organization. Senyawa ini memiliki kemampuan besar untuk meningkatkan pernapasan dan perfomra atlet.
Tidak hanya Timnas Rusia, beberapa tim top dunia juga telah mengizinkan penggunaan amonia oleh pemainnya. Bahkan, kasus seperti Casemiro yang memberikan tangannya untuk diendus oleh Neymar saat Piala Dunia 2022 menjadi bukti bahwa hal tersebut bukanlah hal baru dalam dunia sepakbola.
Selain melalui inhaler atau kapas, amonia juga dapat diaplikasikan dalam bentuk wax yang ditempel pada kerah jersey. Vinicius Jr dan Luka Modric dari Real Madrid merupakan contoh pemain yang diketahui melakukan hal tersebut.
Pemakaian inhaler dengan kandungan salbutamol, seperti yang digunakan dalam obat asma, telah menjadi hal yang umum di kalangan pemain profesional, terutama di Liga Inggris. Hal ini dilakukan untuk membantu melegakan pernapasan, terutama saat beraktivitas dengan intensitas tinggi.
Misteri di balik inhaler Serigala Putih ini tentu menjadi pembicaraan hangat setelah pertandingan sengit antara Uzbekistan dan Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
-
Ajax Pamerkan Sesi Latihan Maarten Paes, Peluang Debut Lawan Fortuna Sittard Terbuka
-
Tak Lazim, Spanyol Bakal Bawa 4 Kiper ke Piala Dunia 2026?
-
Kekuatan 3 Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Asal-usul Darah Indonesia Tony Kouwen, Kiper Muda yang Trial di Atletico Madrid
-
Intip Statistik Mentereng Elkan Baggott Bersama Ipswich Town di Piala FA