Suara.com - Pentas sepak bola terakbar di Eropa, Euro 2024 telah kick off. Jerman sebagai tuan rumah sukses meraih kemenangan di partai pertama melawan Skotlandia.
Euro 2024 akan berlangsung dari 14 Juni hingga 14 Juli 2024. Sebagai tuan rumah, Jerman kedatangan ribuan suporter para kontestan Euro 2024.
Demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan seperti kericuhan suporter, sebagai tuan rumah Jerman berusaha untuk memprioritaskan faktor keamanan.
Kepolisian Jerman seperti dilansir dari ZDF, menerapkan kebijakan cukup kontroversial. Pihak kepolisian Gelsenkirchen demi hindari bentrokan, suporter diminta untuk tidak konsumsi alkohol secara berlebihan.
Pihak kepolisian Gelsenkirchen pun menyarankan suporter untuk menghisap ganja dibanding minum alkohol.
"Konsumsi alkohol dapat membuat Anda agresif, sementara merokok ganja membuat suasana hati orang menjadi lebih rileks," kata juru bicara polisi Gelsenkirchen, Stephan Knipp, Sabtu (15/6/2024).
Saran ini spesial ditujukan untuk suporter Inggris atau para hooligan yang dikenal memiliki citra sebagai tukang rusuh.
Kota Gelsenkirchen bakal menggelar pertandingan babak fase grup C antara Inggris vs Serbia pada 16 Juni 2024. Baik suporter Inggris atau Serbia memiliki rekam jejak hitam dalam hal memicu kerusuhan massal.
"Saya pikir ini pertandingan berisiko dalam sejarah karena para hooligan dari kedua tim akan saling bertemu," kata inspektur kepolisian Christof Burghardt.
Baca Juga: Cerita Pemuda 20 Tahun Rela Jalan Kaki 1500 Km Demi Nonton Euro 2024
"Serbia memiliki kelompok suporter yang keras. Inggris memiliki hooligan yang sangat agresif apalagi jika mereka konsumsi alkohol. Jadi tugas kami ialah mempersiapkan semua ini agar tidak terjadi apa-apa," sambungnya.
Pihak pemerintah kota juga menerapkan kebijakan penjualan alkohol dengan jenis kadar rendah di sejumlah bar dekat stadion. Khusus untuk suporter Inggris juga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua kaleng bir untuk satu orang.
Menurut data dari Kementerian Dalam Negeri Jerman, diperkirakan bakal ada 20 ribu suporter Inggris dan 10 ribu fans Serbia jelang pertandingan kedua tim.
Berita Terkait
-
Cerita Pemuda 20 Tahun Rela Jalan Kaki 1500 Km Demi Nonton Euro 2024
-
Hungaria vs Swiss di Euro 2024: Link Live Streaming dan Susunan Pemain
-
Trivia Spanyol vs Kroasia di Grup B Euro 2024, 10 Fakta Menarik La Furia Roja vs Vatreni
-
Euro 2024: Hadapi Hungaria, Granit Xhaka Berharap Sukses Bayer Leverkusen Menular ke Timnas Swiss
-
Piala Euro 2024: Jerman Bantai Skotlandia 5-1, Pelatih Jerman Mengaku Puas
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026