Suara.com - Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, memiliki penyesalan terbesar dalam karier sepak bolanya yang terus menghantuinya. Penyesalan apakah yang menghantuinya?
Baru-baru ini, Thom Haye mengadakan Podcast bersama kompatriotnya, Jay Idzes, yang dipandu oleh Neal Petersen di kanal YouTube The Haye Way.
Dalam Podcast tersebut, memuji ketekunan Jay Idzes di usia muda sehingga dirinya bermain di kompetisi sekelas Serie A bersama Venezia dan menjadi kapten di Timnas Indonesia.
Hanya saja saat memuji Jay Idzes, Thom Haye membandingkan dengan perjalanan kariernya, di mana ia menyesal tak memanfaatkan waktu seperti kompatriotnya itu saat masih muda.
“Jika saya bekerja lebih banyak ketika masih muda, saya bisa membuat langkah yang berbeda,” kata gelandang Almere City itu.
Padahal Thom Haye merasa dirinya punya talenta yang dibuktikan dengan lebih dari 60 penampilan bersama AZ Alkmaar di usia muda.
Sayangnya ia merasa saat muda mudah sekali malas, sehingga kariernya pun tak mengalami perkembangan signifikan dengan segala talenta yang dimilikinya.
“Saya pikir saya bermain lebih dari 60 laga di tim utama AZ Alkmaar. Jadi untuk usia segitu, itu adalah prestasi besar,” lanjut Thom Haye.
“Tapi satu hal yang saya miliki, saya bisa katakan saya punya bakat alami dalam bermain bola, khususnya dengan bola, dan saat muda saya bisa sangat malas.”
Baca Juga: Amin Bareng! Thom Haye dan Jay Idzes Feeling Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026
“Dan beberapa kali saya bisa menyelamatkan diri saya di situasi itu karena saya punya talenta. Tapi jika saya berinvestasi lebih ke diri saya, di fisik saya, saya pikir saya bisa lebih berkembang di usia muda,” pungkasnya.
Penyesalan yang dirasakan Thom Haye bukan tanpa alasan. Pada usia 18 tahun, ia sudah menembus tim utama AZ Alkmaar dan kemudian bermain reguler di tim utama hingga 2016.
Sayangnya, masalah kontrak membuat Thom Haye kemudian hijrah ke Willem II pada musim panas 2016 dan bermain selama dua musim di klub papan tengah ataupun papan bawah Eredivisie itu.
Alih-alih menanjak, karier Thom Haye di usia muda mengalami penurunan saat dirinya ditransfer oleh klub Serie B Italia, Lecce, pada 2018.
Bahkan di saat usianya baru 24 tahun, Thom Haye sempat berstatus tanpa klub selama beberapa bulan, sebelum diselamatkan oleh ADO Den Haag pada Januari 2020.
Sejak saat itu, Thom Haye mencoba memperbaiki kariernya dan perlahan berhasil dipinang NAC Breda dan berlanjut ke SC Heerenveen.
Sayangnya, usia Thom Haye turut menua dan membuatnya kariernya sulit menanjak, sehingga melanjutkan kariernya di tim semenjana seperti Almere City saat ini.
Hal ini berbanding terbalik dengan Jay Idzes yang fokus dengan kariernya sejak usia muda dari FC Eindhoven, berlanjut ke Go Ahead Eagles, hingga akhirnya dipinang Venezia di Serie A.
(Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
-
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
-
Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 2026 Patahkan Logika Statistik: Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
-
Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
-
Haaland Kembali Jadi Pahlawan meski Norwegia Minim Peluang, Pelatih: Dia Finisher Terbaik di Dunia
-
Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda
-
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!
-
Statistik Mengagumkan Bikin AS Monaco Yakin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona