Suara.com - Pemain berdarah Indonesia di Singapura, Febryan Putra Pradana mulai mencuri perhatian bersama Young Lions di kasta teratas Liga Singapura atau Singapore Premier League.
Di usianya yang baru 20 tahun, bek jangkung dengan tinggi 180 cm ini dianggap potensial menjadi penerus Jordi Amat di Timnas Indonesia.
Berbeda dengan pemain naturalisasi, Febryan dikabarkan merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini tinggal dan berkarir di Singapura.
Febryan mengawali karier sepak bolanya di Lion City Academy sebelum bergabung dengan Sailor FC, klub satelit Lion City FC di Divisi 2 Singapura.
Setlahnya, dia ia menembus skuad utama Tanjong Pagar United FC dengan mengenakan nomor punggung 51.
Menurut data Transfermarkt, Febryan Putra Pradana kemudian melanjutkan kariernya dengan bergabung bersama Young Lions sejak 1 Januari 2024 lalu.
Akun Instagram @indonesiaabroad_ mengungkap bahwa grafik karier Febryan terus menanjak. “Dia selalu menanjak dalam karier sepak bolanya, mulai dari akademi hingga kini masuk skuad utama.”
Statistik mencatat pemain kelahiran 8 Februari 2004 ini telah memainkan lima pertandingan di Singapore Premier League pada musim 2022/2023 bersama Tanjong Pagar United.
Namun, bersama Young Lions, dia tercatat belum sekalipun memainkan pertandingan resmi sebagaimana data Transfermarkt.
Baca Juga: Eks Striker Serie A Sudah di Indonesia, Jadi Asisten Patrick Kluivert?
Febryan disebut-sebut netizen sebagai “wonderkid” yang bisa menjadi pelapis Jordi Amat di lini belakang Timnas Indonesia.
Tinggi badan 180 cm menjadi keunggulannya, terutama dalam duel udara—aspek krusial untuk posisi bek tengah. Dengan usianya yang masih sangat muda, postur tubuhnya pun diperkirakan bakal lebih kokoh dan menjulang di masa mendatang.
Profil Singkat Febryan Putra Pradana
Nama Lengkap: Febryan Putra Pradana
Tanggal Lahir: 9 Februari 2004 (20 tahun)
Tempat Tinggal: Singapura
Kewarganegaraan: Dikabarkan WNI
Posisi: Bek Tengah
Tinggi Badan: 180 cm
Klub Saat Ini: Young Lions (Kasta Teratas Liga Singapura)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026