Suara.com - Berikut lima pemain keturunan Grade A yang siap dinaturalisasi Timnas Indonesia, seiring pengakuan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang menyebut akan terus menjalankan program naturalisasi.
Erick Thohir belum lama ini menyebut jika Timnas Indonesia tampaknya tak akan berhenti melakukan pencarian pemain keturunan untuk dinaturalisasi.
Kendati skuad Garuda saat ini bisa dikatakan memiliki stok pemain keturunan yang melimpah, pria yang juga Menteri BUMN itu akan tetap menjalankan program naturalisasi.
Pria berusia 54 tahun itu berkaca kepada apa yang dilakukan negara-negara lainnya seperti Prancis dan Filipina yang terus menyasar pemain keturunan untuk tim nasionalnya di segala level.
“Kita tahu, banyak negara sekarang mengadopsi para pemain keturunan bisa memperkuat tim nasionalnya. Kita bisa lihat Prancis, seperti itu." Katanya, dikutip dari akun @jomediafutbolid.
“Kita bisa lihat juga Filipina melakukan itu, untuk membangun tim perempuannya. Kita lihat Lamine Yamal juga, mesti memilih antara Maroko dan Spanyol." tambahnya.
Karena PSSI masih getol melakukan naturalisasi, setidaknya ada lima pemain keturunan Grade A yang disarankan netizen agar dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia. Siapa saja mereka?
1. Ian Maatsen
Ian Maatsen merupakan pemain keturunan Grade A yang bisa dilirik oleh PSSI untuk dinaturalisasi.
Apalagi hingga saat ini dirinya belum mencatatkan penampilan di Timnas Belanda.
Penggawa Aston Villa itu bahkan mengaku mulai jengah tak kunjung tampil bagi De Oranje. Malahan di usianya yang sudah 23 tahun, ia justru dipanggil ke Timnas Belanda U-21.
Namun karena ia masuk skuad Timnas Belanda U-21 di usia yang sudah 23 tahun, Ian Maatsen diprediksi akan sulit membela Timnas Indonesia karena regulasi FIFA.
Stok pemain keturunan di lini belakang Timnas Indonesia terbilang melimpah. Meski begitu, PSSI masih bisa melirik Pascal Struijk untuk dinaturalisasi.
Potensi bek Leeds United itu dinaturalisasi cukup terbuka lebar, mengingat hingga usianya kini menyentuh 25 tahun, ia belum dipanggil Timnas Belanda maupun Timnas Belgia.
Karenanya, Pascal Struijk bisa saja mulai membuka diri dan menerima pinangan PSSI untuk Timnas Indonesia di masa depan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat