Suara.com - Optimisme kembali menyelimuti dunia sepak bola Tanah Air. Timnas Indonesia tengah bersiap menghadapi dua pertandingan penting dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kedua laga yang akan berlangsung pada bulan Juni ini diprediksi sangat krusial dalam menentukan nasib skuad Garuda untuk melangkah ke tahap selanjutnya, atau bahkan menggapai tiket langsung ke putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Jadwal pertandingan memperlihatkan bahwa Indonesia akan lebih dulu menjamu China pada 5 Juni 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Laga kandang ini menjadi peluang emas bagi Timnas Indonesia untuk mengamankan tiga poin penting di depan puluhan ribu suporter sendiri.
Lima hari kemudian, pada 10 Juni 2025, tantangan lebih berat menanti saat Indonesia bertandang ke markas Jepang.
Saat ini, posisi Timnas Indonesia di klasemen sementara Grup C masih berada di peringkat keempat. Dari enam pertandingan yang telah dijalani, Indonesia berhasil mengoleksi sembilan poin.
Di atas mereka, Jepang memimpin dengan 20 poin, disusul Australia (13 poin), dan Arab Saudi (10 poin).
Sementara itu, Bahrain dan China berada di bawah Indonesia, masing-masing mengemas enam poin.
Meski belum berada di zona aman, peluang Indonesia untuk melangkah ke babak keempat kualifikasi atau bahkan lolos langsung ke Piala Dunia 2026 masih terbuka. Kemenangan atas China menjadi kunci utama dalam membuka berbagai skenario positif.
Jika berhasil mengamankan tiga poin, maka jumlah poin Indonesia akan naik menjadi 12, sekaligus mengeliminasi China dari persaingan.
Baca Juga: Kesalip Emil Audero di Timnas Indonesia, Kiper Keturunan Bali Makin Gacor di Liga Kosovo!
Skenario berikutnya akan bergantung pada hasil laga lain di grup, khususnya pertandingan antara Arab Saudi melawan Bahrain. Hasil imbang pada laga tersebut akan sangat menguntungkan Indonesia.
Dengan hasil seri, Bahrain hanya akan mengoleksi tujuh poin dan tidak akan bisa mengejar poin Indonesia, sementara Arab Saudi tetap dengan keunggulan hanya satu poin.
Hal ini bisa mengantarkan Indonesia naik ke posisi ketiga klasemen dan secara otomatis mengamankan tiket ke babak keempat, bahkan sebelum melawan Jepang.
Lebih jauh lagi, jika Jepang mampu mengalahkan Australia, maka Australia akan tetap tertahan di angka 13 poin.
Kondisi ini memperbesar peluang Indonesia untuk mengincar posisi runner-up dan lolos langsung ke Piala Dunia, asalkan mampu mencuri poin dalam laga tandang ke Jepang.
Berdasarkan skenario ini, laga melawan Jepang tidak akan lagi menjadi tekanan mental yang berat bagi timnas, karena kelolosan ke babak keempat sudah diamankan.
Sebaliknya, pertandingan tersebut bisa menjadi kesempatan bermain lepas tanpa beban untuk mengejar poin maksimal.
Sejak merdeka, Indonesia belum pernah kembali tampil di putaran final Piala Dunia.
Partisipasi pada edisi 1938—saat masih bernama Hindia Belanda—menjadi satu-satunya catatan sejarah Indonesia di ajang sepak bola terbesar dunia.
Maka dari itu, keberhasilan menembus Piala Dunia 2026 akan menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan sepak bola nasional.
Kesuksesan ini bukan hanya mimpi timnas dan federasi, tetapi juga menjadi harapan besar seluruh rakyat Indonesia yang haus akan pencapaian di kancah internasional.
Dukungan publik, performa konsisten para pemain, dan strategi tepat dari jajaran pelatih akan sangat menentukan apakah sejarah baru bisa benar-benar tercipta di tahun 2025 ini.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan