Suara.com - Bukan cuma juara dan runner-up saja yang bakal dapat keuntungan ikut serta dalam turnamen antarklub di Asia, tapi juga tim yang finis di posisi 3 dan 4 klasemen akhir BRI Liga 1 2024/2025.
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus mengatakan tim yang finis di peringkat 3 dan 4 akan mendapat jatah berlaga di ASEAN Club Championship 2025/2026.
Sedangkan untuk tim juara dan runner-up akan mendapat hak lebih tinggi ikut serta di turnamen level Asia.
Nah, sampai dengan saat ini tim-tim yang berhak mengisi slot-slot tersebut belum bisa ditebak, kecuali Persib Bandung sebagai kampiun Liga 1 musim ini.
Dewa United, Persebaya Surabaya, dan Malut United masih bersaing ketat memperebutkan posisi runner-up Liga 1 2024/2025.
Persaingan lebih ketat ada di peringkat 3-4 di mana selain tiga tim di atas masih ada lagi Borneo FC Samarinda, Persija Jakarta, dan PSBS Biak.
“Soal bermain di ASEAN Club Championship musim depan, kebijakannya ya memang untuk posisi ketiga dan keempat pada klasemen akhir Liga 1 musim ini,” kata Ferry Paulus di Jakarta, Kamis (15/5/2025).
“Nah siapa yang akan bermain di sana, sampai saat ini belum kita ketahui," jelas lelaki yang akrab disapa FP itu.
Akan tetapi, untuk tim yang ada di posisi tiga dan empat tidak wajib ikut turnamen di ASEAN.
Baca Juga: Paul Munster Disanksi, Coach Uston Pimpin Persebaya Habiskan Sisa Musim
Mereka bisa menolak karena suatu alasan, sehingga slot tersebut nantinya akan digantikan oleh tim lain.
“Apakah mereka bersedia ikut atau tidaknya kami tawarkan. Karena inti tidak wajib ya itulah terserah mereka,” jelas Ferry Paulus.
“Kami hanya menyediakan slot-nya saja. Kalau posisi ketiga dan keempat tidak mau ambil bisa turun kelima dan keenam terus ke bawahnya,” sambung Ferry Paulus.
Seperti diketahui untuk peringkat pertama Liga 1 musim ini Persib Bandung akan tampil di Play off AFC Championship League 2025/2026.
Jika Persib Bandung gagal lolos, maka Maung Bandung akan tampil di AFC Champions League Two 2025/2026.
Sementara untuk peringkat kedua klasemen akhir Liga 1 2024/2025 akan tampil di AFC Challenge League 2025/2026.
Berita Terkait
-
Paul Munster Disanksi, Coach Uston Pimpin Persebaya Habiskan Sisa Musim
-
Selamat Datang Pemain Keturunan Indonesia di Liga 1! Bos PT LIB Girang
-
Persib Bandung Ogah Leha-leha, Bojan Hodak: Kalah, Kehilangan Hormat!
-
Performa Nadeo Argawinata Puaskan Pelatih Borneo FC, OTW Dipanggil Timnas Indonesia?
-
Bojan Hodak Tanggapi Absennya Pemain Pilar saat Lawan Persita: Itu Normal!
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?