Suara.com - Kemunculan pemain keturunan yang ingin bela timnas Indonesia tidak ada habisnya, terbaru ada lima nama yang menunjukkan minatnya bermain bagi tim Merah Putih.
Kabar lima pemain keturunan ingin bela timnas Indonesia tersebut diunggah oleh akun Instagram @futboll.indonesiaa.
Menariknya mereka baru saja meraih juara di Divisi 3 Liga U-17 bersama Telstar U-17.
"5 pemain keturunan Indonesia di Telstar U-17 juara Divisi 3 Liga U-17. Telstar naik kasta ke Divisi 2 Liga U-17 Belanda," tulis laporan tersebut.
Lima pemain keturunan tersebut juga masih sangat muda dan bisa menjadi tambahan amunisi untuk timnas Indonesia U-17.
Masih dalam postingan yang sama, mereka adalah Floris de Pagter-van Bronckhorst yang berposisi sebagai gelandang serang dengan usia 16 tahun.
Kemudian ada Bodhi Eliander (16 tahun) berposisi di bek kiri.
Lalu Finn Bender yang usianya masih 17 tahun dengan posisi winger kiri.
Selanjutnya adalah Deston Hoop, pemain berposisi sayap kanan berusia 16 tahun.
Baca Juga: Spesial! FIFA Sambut Timnas Indonesia Lawan China: Satu Minggu Lagi
Terakhir yakni Shae Jurcka yang berposisi sebagai gelandang dengan usia 16 tahun.
Lima pemain keturunan ini dikabarkan terbuka untuk panggilan timnas Indonesia U-17.
"Mereka sangat terbuka jika mendapat panggilan untuk timnas Indonesia, apalagi Indonesia U-17 sebentar lagi akan bermain di Piala Dunia U-17. Pastinya sangat butuh tambahan pemain diaspora untuk mengisi skuad," sambung laporan @futboll.indonesiaa.
"Semoga mereka suatu saat dapat kesempatan seleksi di timnas Indonesia U-17," tambahnya lagi.
Adapun timnas Indonesia U-17 memang lolos ke ajang Piala Dunia U-17 yang akan digelar di Qatar pada 3-27 November mendatang.
Hasil undian fase grup Piala Dunia U-17 2025 menempatkan Timnas Indonesia U-17 dalam grup neraka.
Dalam pengundian yang digelar FIFA pada Senin (26/5/2025) dini hari WIB, skuad Garuda Muda dipastikan tergabung di Grup H bersama Brasil, Honduras, dan Zambia.
Ini menjadi tantangan besar bagi tim asuhan Nova Arianto.
Pasalnya, mereka harus bersaing dengan Brasil, tim legendaris yang telah empat kali menjuarai Piala Dunia U-17 dan menjadi pemilik gelar terbanyak kedua setelah Nigeria (5 gelar).
Secara historis dan kekuatan, Brasil adalah lawan yang sangat berat bagi Indonesia.
Di sisi lain, Honduras dan Zambia bisa dibilang lawan yang relatif baru di pentas ini.
Kedua negara itu untuk pertama kalinya akan tampil di putaran final Piala Dunia U-17.
Meski belum berpengalaman di level ini, debut mereka tentu tetap tidak bisa dianggap enteng.
Grup H diprediksi menjadi salah satu grup paling menarik di edisi kali ini, mengingat perpaduan antara tim unggulan dan tim debutan yang semuanya memiliki motivasi tinggi.
Sementara itu, juara bertahan Jerman masuk Grup G dan akan menghadapi Kolombia, Korea Utara, dan El Salvador.
Dua tahun lalu, Jerman meraih gelar pertamanya di Stadion Manahan, Solo, dan kini datang ke Qatar dengan status favorit.
Di Grup K, finalis 2023, Prancis, tergabung bersama Chile, Kanada, dan Uganda.
Piala Dunia U-17 2025 juga menandai era baru dengan format turnamen yang diperluas.
Jumlah peserta meningkat drastis dari 24 menjadi 48 tim.
Seluruh pertandingan akan digelar di delapan stadion modern di kawasan Aspire Zone, Doha, Qatar.
Sementara laga puncak alias final dijadwalkan berlangsung di Stadion Internasional Khalifa, salah satu venue megah yang juga digunakan saat Piala Dunia 2022.
Ajang ini diharapkan menjadi panggung unjuk gigi bagi para pemain muda dari seluruh dunia, termasuk Indonesia yang berambisi untuk mencetak sejarah di turnamen kelompok usia paling prestisius ini.
Berita Terkait
-
Resmi! Timnas Indonesia Kehilangan Banyak Pemain Balik ke Jakarta
-
Elkan Baggott Gantikan Sandy Walsh Lawan China?
-
Timnas Indonesia Persiapan Matang, Jay Idzes Yakin Kalahkan China
-
Tijjani Reijnders: Cucu Orang Ambon Lahir di Jatinegara Kini Berbandrol Rp1,2 T
-
Here We Go! AC Milan Restui Pemain Keturunan Indonesia Tijjani Reijnders Pindah ke Man City
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat