Suara.com - Timnas Indonesia pernah memiliki wonderkid yang diramal bisa menjadi tumpuan di lini serang. Sempat berkarier di Liga Belgia, kini wonderkid itu telah gantung sepatu dan berakhir menyedihkan.
Dalam beberapa dekade terakhir, banyak bermunculan talenta-talenta lokal yang digadang-gadang bisa jadi bintang bagi Timnas Indonesia.
Deretan talenta lokal ini digadang-gadang jadi akan jadi tumpuan Tim Garuda karena kiprahnya di usia muda yang mampu menarik perhatian.
Tak terhitung berapa banyak para talenta lokal yang bersinar di usia muda, namun gagal memenuhi ekspektasi besar pecinta sepak bola Tanah Air.
Salah satunya adalah Syamsir Alam. Dulunya, penyerang kelahiran Agam, Sumatera Barat ini digadang-gadang akan jadi penerus Bambang Pamungkas sebagai penyerang Timnas Indonesia.
Seperti apa kisah Syamsir Alam yang dulunya sempat jadi harapan besar Indonesia dan kini justru menggeluti karier di luar lapangan? Berikut rangkumannya.
Kiprah Syamsir Alam
Nama Syamsir Alam melejit sejak usianya masih remaja. Hal ini tak lepas dari kiprah pemain kelahiran 6 Juli 1992 itu di usia muda.
Pada usia 12 tahun, Syamsir Alam sudah beberapa kali menjadi top skor di turnamen-turnamen kelompok umur yang ada di Indonesia.
Baca Juga: 4 Pemainnya Bela Tim Indonesia All Star, Pelatih Persija Cuma Bisa Geleng-geleng
Talentanya itu membuat PSSI memberikannya kesempatan berlatih di Uruguay melalui program Sociedad Anonima Deportiva (SAD).
Selama bertahun-tahun menimba ilmu di Uruguay, Syamsir Alam mengasah kemampuannya sebagai striker. Hal ini mampu dibuktikannya saat membela Timnas Indonesia U-19.
Saat bermain bagi Timnas U-19 di Kualifikasi Piala Asia U-19 2010, pria yang kini berusia 33 tahun itu berhasil menjaringkan empat gol dari empat pertandingan.
Tak ayal, nama Syamsir Alam kian melambung dan membuat tim Belgia yang dimiliki pengusaha Indonesia, CS Vise, merekrutnya pada 2011.
Saat membela CS Vise, Syamsir Alam mendapat menit bermain mumpuni di ajang Challenger Pro League pada musim 2011-2012 dan 2012-2013.
Sayangnya, tak ada gol yang bisa disumbangkannya. Hal ini membuat CS Vise meminjamkannya ke tim Amerika Serikat, DC United.
Sepulangnya dari Amerika Serikat dan Belgia, Syamsir Alam meniti karier di Indonesia pada 2013 dengan membela Sriwijaya FC.
Di Indonesia, Syamsir Alam tak bisa menemukan sentuhan terbaiknya lagi. Alhasil kariernya pun mengalami penurunan.
Usai membela Sriwijaya FC, Pelita Bandung Raya, dan Persiba Balikpapan, Syamsir Alam memutuskan gantung sepatu di usia amat muda, yakni 23 tahun.
Selepas gantung sepatu, Syamsir Alam kemudian terjun ke dunia hiburan dengan menjadi bintang sinetron dan host sebuah program di televisi swasta.
Syamsir Alam pun sempat mencoba peruntungan kembali ke lapangan hijau pada 2021 dengan bergabung tim milik Raffi Ahmad, RANS FC.
Tapi tetap saja Syamsir Alam tak bisa menampilkan permainan terbaiknya seperti saat masih remaja, sehingga dirinya jarang mendapat kesempatan bermain.
Per tahun 2023, Syamsir Alam kembali gantung sepatu dan memilih untuk menggeluti karier barunya sebagai selebgram dan artis.
Tak hanya itu, Syamsir Alam bahkan juga masih mencoba berkecimpung di dunia sepak bola dengan bermain di turnamen antar kampung atau tarkam.
(Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
-
Ajax Pamerkan Sesi Latihan Maarten Paes, Peluang Debut Lawan Fortuna Sittard Terbuka
-
Tak Lazim, Spanyol Bakal Bawa 4 Kiper ke Piala Dunia 2026?
-
Kekuatan 3 Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Asal-usul Darah Indonesia Tony Kouwen, Kiper Muda yang Trial di Atletico Madrid
-
Intip Statistik Mentereng Elkan Baggott Bersama Ipswich Town di Piala FA