Suara.com - Alexander Isak top skor Newcastle United saat ini tengah jadi sorotan di bursa transfer musim panas 2025.
Keinginanya untuk pindah ke Liverpool jadi bola panas. Ia terbaru bahkan dikabarkan berlatih terpisah dari skuat Newcastle United.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran besar mengingat Isak merupakan tumpuan utama lini depan Eddie Howe.
Newcastle sebenarnya sudah menyiapkan rencana cadangan dengan membidik Benjamin Sesko dari RB Leipzig.
Namun, meski sudah melayangkan tawaran fantastis senilai £70 juta, Manchester United bergerak lebih cepat dan berhasil mengamankan tanda tangan bomber Slovenia tersebut.
Sebelum jadi sorotan di bursa transfer musim panas ini, seperti apa perjalanan karier Isak?
Kisah awal Alexander Isak
Lahir dan besar di Solna, pemain muda berdarah Eritrea ini disebut-sebut sebagai pewaris sah Henok Goitom, mantan bintang AIK sekaligus sosok yang menjadi panutan baginya.
“Saya selalu dibandingkan dengan Henok. Itu hal yang besar untuk saya. Dia banyak memberi saya nasihat dan dukungan,” ujar Isak dalam wawancara dengan media Swedia, aftonbladet
Baca Juga: Statistik Suram di Anfield, Darwin Nunez Lahir Kembali di Arab Saudi
Isak adalah produk murni akademi AIK Solna, klub yang memang terkenal berani memberi kesempatan bagi pemain muda.
Dalam sejarahnya, banyak lulusan akademi AIK yang berhasil menembus level atas sepak bola Eropa, seperti Robin Quaison hingga Noah Sonko Sundberg.
Tidak heran jika pada usia 15 tahun, Isak sudah mendapat kesempatan berlatih dengan tim senior.
Postur tubuhnya yang tinggi menjulang—sekitar 190 cm—membuatnya semakin menonjol di antara para pemain sebaya.
Namun, yang membuatnya istimewa bukan hanya tinggi badan atau kemampuan mencetak gol, melainkan kecerdasan bermain dan peran taktis yang ia jalankan.
“Pelatih tidak hanya ingin saya berlari dan menyerang. Dia ingin saya menjadi bagian dari pembangunan serangan, memegang bola, dan mendistribusikannya,” jelas Isak.
Perbandingan dengan Goitom dan Bayangan Zlatan
Sebagai striker muda dengan darah Eritrea, Isak kerap dibandingkan dengan Henok Goitom, yang juga memiliki akar budaya sama dan pernah menjadi ikon AIK.
Lebih jauh, publik Swedia mulai menyebutnya sebagai “Zlatan baru” karena gaya bermain yang matang untuk usianya.
Namun, Isak tetap merendah. “Saya masih harus bekerja keras sebelum bisa berada di level mereka. Tapi saya belajar banyak dari Henok, dan tentu saja Zlatan adalah panutan besar,” ujarnya.
Debut profesional Isak akhirnya datang tak lama setelah wawancara itu.
Dari sana, kariernya berkembang pesat hingga akhirnya membawanya ke Borussia Dortmund, Real Sociedad, dan kini Newcaslte United.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Statistik Suram di Anfield, Darwin Nunez Lahir Kembali di Arab Saudi
-
Pep Guardiola Ngotot Bawa Rodrygo ke Man City, Real Madrid Kewalahan
-
Salah Menutup Skor, Tapi Malam Tadi Milik Federico Chiesa di Anfield
-
Arne Slot Ungkap Nasib Federico Chiesa usai Jadi Pahlawan Kemenangan Liverpool
-
Air Mata Mohamed Salah Pecah Saat Anfield Mengenang Diogo Jota
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat