Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza mengungkap alasan ditarik keluarnya kapten tim Rizky Ridho saat laga melawan Persis Solo karena mules alias sakit perut.
Adapun dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (16/8/2025) malam WIB itu, Macan Kemayoran menang dengan skor telak 3-0.
Nah, Ridho yang biasanya tampil penuh di laga tersebut harus ditarik di menit ke-79.
Bukan karena cedera, sang pemain ternyata mengalami sakit perut.
"Rizky Ridho mengatakan bahwa ia mengalami sakit perut," kata Mauricio Souza dalam konferensi pers usai laga.
"Di Brasil, kami menyebutnya Caganeira," sambung mantan juru taktik Madura United tersebut.
Dijelaskan oleh Mauricio Souza, Ridho sudah tahan lagi sehingga diganti.
Sebagai gantinya, juru taktik asal Brasil tersebut menggantinya dengan Hansamu Yama.
"Ia tidak tahan lagi dan akhirnya meminta untuk keluar (diganti)," pungkasnya.
Baca Juga: Mauricio Souza Kesal Satu Pemain Andalannya Diganjar Kartu Merah, Kenapa?
Hasil kemenangan 3-0 atas Persis Solo tersebut menjaga tren positif Macan Kemayoran sekaligus menempatkan mereka di papan atas klasemen sementara.
Bagi Persis Solo, kekalahan telak di kandang menjadi evaluasi besar setelah sebelumnya sempat membuka musim dengan hasil bagus di laga tandang.
Dengan tambahan tiga gol, Persija kini juga menunjukkan produktivitas yang impresif di awal musim.
Kombinasi pemain Brasil dan lokal tampak mulai padu, sesuatu yang menjadi modal penting bagi perjalanan mereka di kompetisi panjang Super League.
Berikutnya, Persija akan melakoni laga pekan ketiga Super League 2025/2026 kontra Malut United di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (23/8/2025), pukul 15.30 WIB.
Berita Terkait
-
Mauricio Souza Kesal Satu Pemain Andalannya Diganjar Kartu Merah, Kenapa?
-
Witan Sulaeman Ungkap Rahasia Persija Jakarta Bisa Hajar Persis Solo 3-0
-
Persija Kembali Datangkan Pemain Asal Brasil Lagi, Mauricio Souza Ungkap Sosoknya
-
Pelatih Persija Jakarta Anggap Timnya Layak Tundukkan Persis Solo
-
Rizky Ridho Dianggap Layak Main di Eropa, Mengapa Tak Langsung Abroad?
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat