- Keduanya diharapkan dapat membela Timnas di Kualifikasi Piala Dunia.
- Proses naturalisasi Miliano dan Zijlstra segera rampung untuk Timnas.
- Miliano Jonathans membawa FC Utrecht menang dengan penampilan singkat.
Suara.com - Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Miliano Jonathans, berhasil membawa timnya, FC Utrecht, meraih kemenangan telak di ajang Eredivisie 2025-2026.
Penyerang keturunan Depok itu membawa FC Utrecht meraih kemenangan atas Excelsior Rotterdam di pekan ketiga Eredivisie 2025-2026, Minggu (24/8/2025).
Di laga tersebut, Miliano Jonathans tampil sebagai pemain pengganti dengan masuk pada menit ke-79. Tercatat, ia tampil selama 15 menit bagi tim berjuluk Utreg itu.
Meski tampil singkat, penyerang sayap berusia 21 tahun ini mampu membawa membawa FC Utrecht menang dengan skor 4-1 atas Excelsior.
Kemenangan ini menjadi kemenangan kedua FC Utrecht di Eredivisie 2025-2026. Di samping itu, penampilan ini menjadi penampilan kedua bagi Miliano.
Sebelum diturunkan di laga kontra Excelsior, Miliano sempat tampil di pekan kedua Eredivisie 2025-2026 saat FC Utrecht bertandang ke markas Sparta Rotterdam, Minggu (17/8/2025).
Di laga kontra Sparta Rotterdam itu, Miliano mendapat menit bermain lebih banyak dengan tampil selama 45 menit bagi FC Utrecht.
Nahas di pertandingan tersebut, eks Vitesse Arnhem ini gagal membawa timnya membawa pulang poin pasca menelan kekalahan 1-2 dari Sparta Rotterdam.
Diturunkannya Miliano dalam dua pertandingan terakhir FC Utrecht di Eredivisie 2025-2026 ini menjadi suntikan moral sebelum dirinya membela Timnas Indonesia.
Baca Juga: Breaking News! Erick Thohir: Timnas Indonesia Disabotase
Miliano sendiri menjadi satu dari dua pemain yang tengah berada dalam proses naturalisasi PSSI untuk menambah kekuatan Timnas Indonesia di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Tinggal 2 Langkah Lagi
Selain Miliano Jonathans, PSSI juga menaturalisasi penyerang keturunan untuk Timnas Indonesia pada diri Mauro Zijlstra.
Proses naturalisasi kedua pemain ini dilangsungkan secara bersamaan karena dokumen keduanya sudah dipegang oleh induk sepak bola Indonesia tersebut.
Menurut kabar terakhir, proses naturalisasi keduanya memasuki babak final, setelah berkas-berkas keduanya sudah ditandatangani oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Karena sudah mendapat tanda tangan Presiden, maka berkas keduanya sudah ada di tangan DPR RI dan akan dibahas dalam Rapat Kerja (Raker).
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan