Bola / Bola Indonesia
Rabu, 19 November 2025 | 13:58 WIB
Timur Kapadze dan Shin Tae-yong (AFC)
Baca 10 detik
  • Timur Kapadze diisukan kuat menjadi kandidat pelatih kepala Timnas Indonesia.

  • Kapadze membawa Uzbekistan ke Olimpiade 2024 dengan rekor tak terkalahkan.

  • PSSI tertarik pada filosofi Kapadze yang agresif dan fokus pada pemain muda.

Suara.com - Nama Timur Kapadze tiba-tiba muncul sebagai salah satu figur yang paling diperbincangkan untuk mengisi posisi manajer kepala Timnas Indonesia.

Isu ini menguat pasca keputusannya yang mengejutkan untuk mengakhiri perannya sebagai asisten pelatih di Timnas Uzbekistan.

Mundurnya Kapadze terjadi saat tim berjuluk White Wolves tersebut sedang menunjukkan performa yang sangat mengesankan di kancah internasional.

Keputusan Kapadze ini memicu spekulasi luas di kalangan penggemar sepak bola, yang meyakini ia tengah mencari tanggung jawab yang lebih substansial.

Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) dilaporkan telah merangkum lima nama potensial untuk memimpin skuat Garuda.

Banyak sumber meyakini bahwa Kapadze adalah salah satu nama penting yang masuk dalam daftar pendek incaran PSSI tersebut.

Kapadze memulai masa kepelatihannya bersama Uzbekistan sejak Januari 2025 dan berhasil mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam delapan pertandingan awal.

Selama periode cemerlang tersebut, tim asuhan Kapadze sukses memenangkan lima pertandingan dan menahan imbang lawan sebanyak tiga kali.

Statistik menyerang mereka cukup tajam dengan berhasil membukukan total 13 gol ke gawang lawan, sementara pertahanan hanya kebobolan lima gol.

Baca Juga: Tanpa Kemenangan, Mampukah Timnas Indonesia Pertahankan Emas SEA Games?

Dengan perolehan tersebut, Kapadze mencatatkan rata-rata poin yang luar biasa, yakni sebesar 2,25 poin di setiap pertandingan yang dimainkan.

Gaya permainan Uzbekistan di bawah Kapadze ditandai dengan adopsi formasi dasar 4-3-3, yang menonjolkan pendekatan yang sangat agresif.

Filosofi Kapadze menekankan pada dominasi penguasaan bola sebagai kunci utama untuk mengendalikan jalannya pertandingan.

Kapadze juga terkenal berani melakukan eksperimen dengan merotasi pemain secara besar-besaran, memberikan kesempatan kepada 35 pemain berbeda untuk tampil.

Kebijakan rotasi ini dilakukan dengan visi jangka panjang untuk memastikan regenerasi skuad berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, Kapadze menunjukkan fleksibilitas taktis yang tinggi, terbukti mampu beralih ke formasi lain seperti 3-4-3 atau 4-2-3-1 tergantung kebutuhan strategis.

Di bawah kendalinya, pola serangan White Wolves menjadi lebih bervariasi dan sulit ditebak, namun tetap mempertahankan transisi bertahan yang stabil.

Fokus utamanya pada pengembangan pemain muda menjadi salah satu sorotan utama dari masa jabatannya.

Sejumlah talenta muda menonjol berhasil diorbitkan Kapadze, termasuk pemain seperti Abbosbek Fayzullaev dan Abdurauf Buriev.

Di level prestasi usia muda, Kapadze sukses besar membawa tim Uzbekistan U-23 melaju ke turnamen bergengsi Olimpiade Paris 2024.

Tidak hanya itu, Kapadze juga memimpin Uzbekistan U-23 menembus babak final dalam ajang bergengsi Piala Asia U-23 tahun 2024.

Kombinasi antara gaya bermain yang menyerang dan komitmen kuat terhadap pengembangan bakat muda membuat Kapadze dinilai sangat ideal untuk Timnas Indonesia.

Meskipun potensi besar ada, Kapadze tetap akan menghadapi tantangan signifikan, mulai dari masalah adaptasi budaya hingga tekanan besar dari suporter fanatik Indonesia.

Menariknya, Kapadze sering kali dibandingkan dengan mantan pelatih Garuda, Shin Tae-yong, karena kesamaan dalam kedekatan emosional dengan pemain dan keberanian memainkan pemain muda.

Namun demikian, ada perbedaan filosofi mendasar antara keduanya.

Apabila Shin Tae-yong dikenal karena fokusnya pada pertahanan yang kuat dan terorganisir, Kapadze lebih menekankan pada dominasi permainan sebagai senjata utama untuk memenangkan laga.

Keduanya, baik Kapadze maupun Shin Tae-yong, sama-sama punya pandangan yang hampir serupa terkait strategis jangka panjang, termasuk penggunaan pemain muda.

Load More