- Jurnalis senior Malaysia, Haresh Deol, diserang dua pria tak dikenal pada Senin sore (25/11) usai mengkritik Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
- Serangan fisik itu terjadi saat korban berjalan menuju mobil setelah makan siang; pelaku tidak mengambil barang berharga miliknya.
- Polisi menduga serangan ini bersifat pribadi, bukan perampokan, terkait kritik Haresh tentang skandal naturalisasi pemain sepak bola.
Suara.com - Kekerasan terhadap jurnalis terjadi di Malaysia. Jurnalis senior Haresh Deol, yang vokal mengkritik Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait skandal naturalisasi diserang dua pria tak dikenal pada Senin (25/11) sore.
Haresh, yang merupakan pendiri media Twentytwo13 dan mantan jurnalis Malay Mail, tengah berjalan menuju mobilnya ketika tiba-tiba dipukul dan ditendang oleh dua pelaku.
Serangan berlangsung cepat, dan salah satu pelaku bahkan sempat merekam kejadian tersebut sebelum mereka kabur.
“Mungkin mereka tidak senang dengan apa yang saya katakan atau tulis,” kata Haresh seperti dinukil dari New Straits Times, Rabu (26/11).
Menurut laporan Metro, insiden itu menimbulkan tanda tanya besar karena tak satu pun barang milik Haresh disentuh.
Padahal, saat kejadian ia membawa laptop, ponsel, dompet, jam tangan, dan kunci mobil.
Polisi menduga serangan itu bukan bertujuan merampok, melainkan menyasar dirinya secara pribadi.
Dalam keterangannya di di Markas Polisi Brickfields, Haresh mengatakan bahwa ia belum dapat memastikan apakah serangan itu berkaitan dengan pemberitaan atau komentar yang ia buat.
Ia menceritakan, insiden terjadi setelah dirinya selesai makan siang. Saat berjalan menuju mobil, dua pria berbaju hitam mendekatinya.
Baca Juga: Daftar Lengkap 9 Pemain Naturalisasi Kamboja: Dari Jepang hingga Anak Didik Guru Patrick Kluivert
"Mereka datang cukup dekat. Saya lari, karena tidak mungkin saya melawan dua orang," ujarnya.
Haresh berlari ke arah jalur pejalan kaki di dekat Bangsar Village 3, namun terjatuh, diduga setelah menabrak seseorang.
Saat terjatuh, kedua pria tersebut langsung menyerangnya dan menendangnya sebelum melarikan diri.
Meski terluka, Haresh sempat mengambil foto para pelaku dan mengejar salah satunya sebelum kedua pria itu kabur menggunakan sepeda motor.
Ia menduga mereka memakai plat nomor palsu karena tidak dapat melihatnya dengan jelas.
Haresh sejak Juni 2025 setelah serangkaian kritiknya terhadap proses naturalisasi pemain di Malaysia.
Berita Terkait
-
Daftar Lengkap 9 Pemain Naturalisasi Kamboja: Dari Jepang hingga Anak Didik Guru Patrick Kluivert
-
Bikin Bangga! Tim Geypens Sabet Penghargaan Luar Biasa di Eropa
-
Viral Sebut Batik dari Malaysia, Telusuri Asal-Usul Aisha Retno
-
Timnas Malaysia U-22 Andalkan Striker Keturunan Skotlandia di SEA Games 2025
-
Tak Punya Dasar Kuat, FA Malaysia Diminta Tidak Ajukan Banding ke CAS
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Merawat Budaya Lewat Kopi, Cublak Suweng Hadir dengan Cerita dan Filosofi Nusantara
-
Gagal Tembus Patung Kuda, Massa Aliansi Rakyat Tertahan Barikade Polisi
-
Ditengah Kelangkaan, Harga Pertalite dan Biosolar Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026
-
TPPO Kerap Berawal dari Penempatan Pekerja Migran Ilegal
-
Krisis Identitas Gen Z: Saat Algoritma dan Media Sosial Membentuk Jati Diri
-
The Killing Vote: Potret Kegagalan Hukum yang Melahirkan Vigilantisme
-
BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK
-
Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Dolar AS Turun ke Rp17.919
-
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah Sebagai Tersangka, Bersamaan dengan Pelimpahan Barang Bukti
-
Genggaman yang Terlepas di Pulau Rimau: Detik-Detik Tragis Penombak Ikan Ditelan Ombak