- Manajer Liverpool, Arne Slot, menghadapi ancaman pemecatan setelah kekalahan 1-4 dari PSV di Liga Champions pada 26 November.
- Kekalahan tersebut merupakan yang kesembilan bagi Liverpool dari dua belas pertandingan terakhir di semua kompetisi.
- Slot fokus memperbaiki performa tim dan mengakui perlunya peningkatan struktur pertahanan tim saat ini.
Suara.com - Manajer Liverpool, Arne Slot, akhirnya angkat bicara soal posisinya yang mulai goyah setelah The Reds kembali menelan kekalahan telak 1-4 dari PSV Eindhoven pada matchday kelima Liga Champions 2025/26 di Anfield, Rabu (26/11) malam waktu setempat.
Kekalahan tersebut menjadi yang kesembilan dalam 12 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Rekor buruk yang belum pernah dialami Liverpool sejak musim 1953/54.
Situasi ini tentu sangat kontras dengan keberhasilan mereka mengangkat trofi Premier League musim lalu.
Slot mengaku tidak kaget mendengar rumor soal ancaman pemecatan dirinya, namun menegaskan bahwa ia tidak menghabiskan waktu untuk memikirkan hal tersebut.
“Saya paham jika seorang pelatih kalah berkali-kali, orang akan mulai bertanya tentang masa depannya. Itu normal di mana pun,” ujar Slot dilansir dari ESPN.
“Apakah itu adil atau tidak, bagi saya itu tidak penting. Orang bebas menilai. Fokus saya bukan pada posisi saya, tapi bagaimana membantu tim.”
Liverpool kini duduk di peringkat ke-12 Premier League dan posisi ke-13 fase liga Liga Champions. Meski begitu, secara matematis peluang mereka bangkit masih terbuka.
Slot menilai timnya sebenarnya tidak kehilangan mentalitas bertarung, terutama pada babak pertama ketika Dominik Szoboszlai berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 setelah kebobolan cepat pada menit keenam.
Baca Juga: Bayern Bertekuk Lutut, Declan Rice Dapat Pujian Setinggi Langit dari Legenda Arsenal
Namun, tiga gol PSV di babak kedua kembali memperlihatkan rapuhnya kepercayaan diri para pemain.
“Ini jelas mengejutkan bagi semua orang. Untuk kualitas yang kami punya, ini tidak normal,” ucap Slot.
“Di akhir laga, saya melihat satu dua pemain yang kehilangan kepercayaan diri saat skor menjadi 3-1 dan 4-1.”
Slot tidak menutupi kelemahan timnya yang terus dihantui kesalahan individual dan pertahanan yang mudah ditembus dalam situasi transisi.
“Saya harus melakukan lebih baik. Jika kesalahan individu terjadi, itu menunjukkan ada masalah struktur tim,” ungkapnya.
Slot memastikan dirinya masih mendapat kepercayaan dari manajemen klub. Mereka rutin berdiskusi, baik saat tim menang musim lalu maupun ketika terpuruk musim ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Cerita Anak John Herdman yang Ternyata Pernah Bikin Gol dan Kalahkan Timnas Indonesia
-
Dipecat Real Madrid, Xabi Alonso Buka Suara: Pergi dengan Kepala Tegak
-
Timnas Indonesia Berpotensi Segrup dengan Malaysia dan Vietnam di Piala AFF 2026
-
Jadwal Laga Timnas Futsal Indonesia Vs Korsel di Piala Asia 2026, Kapan?
-
Satu Hal ini Bakal Langsung Dilakukan John Herdman saat Tangani Timnas Indonesia
-
3 Hal Menarik dari Perkenalan John Herdman di Timnas Indonesia
-
Bayern Munich Makin Menggila, Kompany Diingatkan Jangan Ulangi Kesalahan Pep Guardiola
-
Efek Skandal Naturalisasi Malaysia, Rodrigo Holgano Pertimbangkan Pensiun
-
Gianluigi Buffon Anggap Luciano Spalletti Datang Terlambat
-
POLLING: Apakah John Herdman Bakal Senasib Seperti Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong?