- Pelatih Indra Sjafri memilih enam striker Timnas U-22 untuk SEA Games 2025 meskipun rapor gol mereka di klub minim.
- Enam penyerang tersebut memiliki statistik klub yang kurang meyakinkan, namun performa mereka saat membela Merah Putih cukup menjanjikan.
- Pemain seperti Marselino Ferdinan dan Jens Raven belum mencetak gol klub, namun peran vital mereka di timnas akan dibuktikan di Thailand.
Suara.com - Sebuah dilema klasik kini menyelimuti lini depan Timnas Indonesia U-22 jelang SEA Games 2025.
Pelatih Indra Sjafri telah memilih enam nama untuk menjadi juru gedor utama, namun jika menilik rapor mereka di level klub, ada sebuah alarm bahaya yang berbunyi nyaring: semuanya seret gol.
Keputusan untuk mencoret Wigi Pratama dan Ricky Pratama telah final.
Kini, beban pembuktian berada di pundak enam penyerang tersisa.
Statistik mereka di klub musim ini memang jauh dari kata meyakinkan dan bisa memicu kecemasan akan seretnya gol di Thailand nanti.
Namun, secercah harapan justru muncul saat mereka mengenakan seragam Merah Putih.
Lantas, siapa saja enam predator ini dan bagaimana rapor mereka yang kontras?
1. Mauro Zijlstra (FC Volendam)
Di atas kertas, Zijlstra adalah yang "paling tajam". Penyerang berusia 21 tahun ini sudah mengemas tiga gol.
Baca Juga: 6 Nama Paling Mencolok dalam Skuad Timnas Indonesia U-22, Siapa Saja?
Namun, ada catatannya: tiga gol itu ia cetak bersama tim Volendam U-21, bukan di tim utama.
Meski begitu, satu golnya ke gawang Mali di laga uji coba membuktikan ia punya insting predator yang dibutuhkan.
2. Rafael Struick (Dewa United)
Sama seperti Zijlstra, Struick juga sukses mencetak gol di laga uji coba melawan Mali.
Gol itu menjadi penawar atas catatannya di Super League, di mana ia baru mengemas satu gol bersama Dewa United. Ketajamannya di timnas menjadi modal utamanya.
3. Hokky Caraka (PSS Sleman)
Dikenal dengan gaya mainnya yang ngotot dan penuh determinasi, Hokky Caraka juga baru menyumbang satu gol untuk PSS Sleman di Super League.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji