- Unai Emery, Manajer Aston Villa, mengungkapkan ambisi terbesarnya adalah memenangkan Liga Champions di Villa Park.
- Pernyataan ambisi besar itu disampaikan menjelang laga krusial Premier League melawan pemuncak klasemen Arsenal.
- Fokus utama Emery saat ini adalah pertandingan terdekat, meskipun Villa berpotensi mencetak rekor 12 kemenangan beruntun.
Suara.com - Manajer Aston Villa, Unai Emery, secara terbuka mengungkapkan ambisi terbesarnya bersama klub asal Birmingham tersebut.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa memenangi Liga Champions di Villa Park menjadi mimpi besar yang ingin ia wujudkan sepanjang karier kepelatihannya.
Pernyataan itu disampaikan Emery menjelang laga krusial Premier League melawan pemuncak klasemen Arsenal di Emirates Stadium.
Villa tengah berada dalam performa luar biasa dan menjadi salah satu kejutan terbesar musim ini.
“Mimpi itu gratis. Semua orang harus punya mimpi. Mimpi besar saya di sini, sebagai pelatih, adalah menjuarai Liga Champions. Itu mimpi saya sepanjang hidup,” ujar Emery dilansir dari Dailymail.
Aston Villa berpeluang mencatat sejarah baru klub jika mampu mengalahkan Arsenal.
Kemenangan tersebut akan membuat Villa menyamai perolehan poin The Gunners sekaligus mencetak rekor 12 kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Meski berbicara soal mimpi besar, Emery menegaskan dirinya tetap berpijak pada realitas. Fokus utamanya saat ini adalah pertandingan terdekat, bukan target jangka panjang.
“Musim lalu kami bermain di perempat final Liga Champions, dan saat melatih Villarreal saya pernah mencapai semifinal pada 2022. Tapi sekarang saya realistis. Mimpi saya saat ini hanyalah pertandingan besok,” katanya.
Baca Juga: Emosi Cole Palmer Meledak, Maresca Dihadapkan Dilema Jelang Chelsea vs Bournemouth
Emery juga menyinggung rencana Aston Villa di bursa transfer Januari. Ia mengakui aturan finansial membatasi ruang gerak klub, namun menegaskan Villa tetap akan aktif mencari tambahan pemain.
“Kami selalu waspada. Jika ada pemain yang benar-benar bisa membantu dan meningkatkan kualitas tim, kami akan melakukannya. Kami tidak bisa belanja besar, tetapi kami bisa melakukan sesuatu, termasuk mungkin melepas pemain,” jelas Emery.
Ambisi klub, menurut Emery, adalah tampil konsisten di kompetisi Eropa dan terus bersaing memperebutkan trofi.
“Tujuan kami adalah sepak bola Eropa. Saat saya datang tiga tahun lalu, targetnya membangun tim yang bisa bersaing, meraih trofi, dan bermain di Eropa secara konsisten,” tambahnya.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Witan Nilai Latihan Shin Tae-yong di Persija Akan Berbeda dari Timnas Indonesia
-
4 Fakta Menarik Belgia vs Senegal, Singa Teranga Bermain Gila-gilaan
-
Gacor di Piala Dunia 2026, Bayern Muenchen Keluar Duit Rp 1 T Demi Gelandang Maroko Ismael Saibari
-
Libas Ekuador, Meksiko Hidupkan Memori Emas Piala Dunia 1986
-
Pelatih Kongo Shock Harry Kane Bikin 2 Gol Pembalasan, Meski Sangat Telat
-
Terungkap! Sejumlah Pemain Jerman Tolak Ambil Penalti saat Tersingkir dari Paraguay
-
Rekor Gol Paling Telat dalam Sejarah! 3 Fakta Comeback Belgia atas Senegal di Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Harry Kane Timnas Inggris Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
-
3 Fakta Menarik Inggris vs Kongo, The Three Lions Dibikin Frustrasi
-
Kritik Rooney Usai Inggris Susah Payah Tekuk Kongo: Gelandang dan Bek Tak Meyakinkan