- Patrick Kluivert meninggalkan kursi pelatih Timnas Indonesia setelah gagal di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
- Ole Romeny menyayangkan kepergian Kluivert, menilai ia pelatih yang sangat memahami karakter pemain.
- Romeny menekankan bahwa tekanan besar dari publik merupakan tantangan utama melatih Skuad Garuda.
Suara.com - Kepergian Patrick Kluivert dari kursi pelatih Timnas Indonesia menyisakan rasa pahit bagi Ole Romeny.
Ia menilai keputusan hengkangnya Kluivert menjadi pengingat bahwa menangani Skuad Garuda bukanlah pekerjaan ringan, termasuk calon pelatih baru John Herdman.
Patrick Kluivert resmi mengakhiri kiprahnya bersama Timnas Indonesia usai gagal membawa Garuda melaju ke ronde kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Kekalahan tipis 0-1 dari Irak menjadi pertandingan terakhir Kluivert, yang hanya bertahan sekitar sepuluh bulan sejak ditunjuk menggantikan Shin Tae-yong.
Ole Romeny mengaku sangat menyayangkan kepergian pelatih asal Belanda tersebut.
Menurut penyerang yang kini memperkuat Oxford United itu, Kluivert merupakan sosok yang memahami karakter pemain dan mampu memberikan arahan secara detail di dalam maupun luar lapangan.
“Sangat menyenangkan bekerja dengannya. Kluivert adalah pelatih yang memahami saya. Dia pernah bermain di level atas dan memberi saya saran-saran yang mendetail,” ujar Ole Romeny dikutip dari AD.nl.
Lebih lanjut, Ole menegaskan bahwa besarnya tekanan menjadi tantangan utama bagi siapa pun yang menangani Timnas Indonesia.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, ekspektasi publik dan sorotan media membuat posisi pelatih kepala berada dalam tekanan konstan.
Baca Juga: PSSI Sudah ke Inggris, Pengumuman John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia Tinggal Tunggu Waktu
“Saya masih merasa sakit lantaran pemecatannya, tetapi tekanannya memang besar. Melatih Timnas Indonesia bukan pekerjaan gampang,” pungkasnya.
PSSI hingga kini masih melakukan proses finalisasi, namun siapapun yang ditunjuk nantinya dipastikan akan menghadapi tantangan besar dalam memenuhi ekspektasi tinggi pencinta sepak bola Tanah Air.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan