- Pelatih Indonesia, John Herdman, pernah berhadapan dengan Gerardo Martino, eks pelatih Lionel Messi, saat melatih Kanada versus Meksiko.
- Pertemuan terjadi pada Piala Emas CONCACAF Januari 2025, di mana Meksiko menang 3-1 dengan insiden adu mulut antar pelatih.
- Pasca-pertandingan, Herdman dan Martino merespons insiden ketegangan tersebut dengan santai dan penuh candaan di konferensi pers.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman ternyata pernah head to head dengan eks pelatih Lionel Messi.
Herdman yang pernah berkarier di Toronto FC di MLS, menjadi lawan untuk eks pelatih Messi di Inter Miami, Gerardo Martino.
Nah menariknya, saat Herdman jadi pelatih Kanada, ia kembali bertemu dengan Martino saat melatih Meksiko.
Pada Januari 2025, kedua tim bertemu di babak fase grup A Piala Emas CONCACAF. Saat itu Meksiko sukses meraih kemenangan 3-1.
Namun sempat terjadi insiden di pinggir lapangan yang melibatkan John Herdman dengan Tata Martino.
Ketegangan terjadi sekitar menit ke-30 pertandingan. Martino mendekati ofisial keempat, Randy Solano, untuk memprotes seorang gelandang Kanada yang dinilainya melakukan pelanggaran berulang.
Herdman kemudian ikut masuk dalam percakapan tersebut, yang memicu adu mulut di antara kedua pelatih.
Tayangan ulang memperlihatkan Martino melontarkan umpatan khas Argentina yang diduga menyasar keluarga Herdman.
Situasi memanas hingga kedua pelatih tidak saling berjabat tangan setelah peluit akhir dibunyikan.
Baca Juga: Pengakuan Jujur Joey Pelupessy: Hancur Lebur Dua Pekan usai Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia
Namun demikian, Martino tetap menyempatkan diri berjabat tangan dengan anggota staf kepelatihan Kanada lainnya.
Setelah pertandingan, baik Martino maupun Herdman justru menanggapi insiden tersebut dengan nada santai dan penuh candaan.
“Dia pelatih yang hebat,” ujar Herdman sambil tertawa.
“Saya tidak bisa bahasa Spanyol. Saya kira dia bertanya bagaimana peran baru saya. Saya jawab, ‘Ya, berjalan dengan baik’. Saya juga bertanya apakah dia menikmati pekerjaannya. Itu saja. Kami lanjutkan pertandingan. Dia menang, saya kalah.”
Martino juga berdalih bahwa insiden tersebut hanya kesalahpahaman akibat perbedaan bahasa.
“Dia menceritakan sebuah lelucon, dan saya menanggapinya,” kata Martino dalam bahasa Spanyol.
Ketika ditanya apa lelucon itu, ia menjawab sambil tersenyum, “Saya tidak terlalu paham karena dia berbicara dalam bahasa Inggris.”
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Martino kembali ditanya soal kejadian tersebut, kali ini dalam bahasa Inggris.
Ia kembali berseloroh, “Itu yang terjadi antara saya dan pelatih Kanada.” ujarnya seperti dilansir dari Goal.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Cerita Zinedine Zidane Tak Umbar Iman Islam: Puasa, Salat Bukan Buat Pencitraan
-
Eks Direktur Liverpool Bongkar Teori Konspirasi 115 Tuduhan Pelanggaran Finansial Man City
-
Hajar Persebaya, Mario Lemos Puji Performa Luar Biasa Persijap Jepara
-
Persis Solo Imbang Lagi dan Makin Terbenam, Milomir Seslija Salahkan Hal Ini
-
Kebijakan Tarif Donald Trump Bikin Resah Negara Peserta Piala Dunia 2026, Seruan Boikot Menguat?
-
Real Madrid Tumbang di Markas Osasuna, Ini Dalih Alvaro Arbeloa
-
Nganggur Milih-milih Pekerjaan, Xabi Alonso Tolak Latih Klub Problematik
-
Persib Bandung Fokus ke Super League, Federico Barba: Kami Ingin Menang di Setiap Laga
-
Babak Baru Kasus Rasisme Vinicius Jr: Kubu Gianluca Prestianni Melawan Balik
-
Dampak Kegemilangan Debut Maarten Paes di Ajax, Pelatih Lawan Sampai Ngamuk