- Emile Heskey menyarankan pelatih interim MU, Michael Carrick, menempatkan Benjamin Sesko sebagai pemain pengganti.
- Sesko telah mencetak lima gol dalam enam pertandingan terakhir di bawah arahan pelatih baru Carrick.
- Heskey menilai Matheus Cunha lebih cocok menjadi starter karena menawarkan serangan yang lebih dinamis bagi tim.
Suara.com - Legenda Inggris, Emile Heskey, menyarankan pelatih interim Manchester United Michael Carrick untuk tidak langsung memasang Benjamin Sesko sebagai starter, meski sang striker mulai menunjukkan peningkatan performa.
Didatangkan dengan nilai transfer 74 juta poundsterling musim panas lalu, Sesko sempat menuai kritik tajam. Di era Ruben Amorim, striker asal Slovenia itu hanya mencetak dua gol dari 21 penampilan sebelum sang pelatih dipecat bulan lalu.
Namun sejak Carrick mengambil alih kursi pelatih, grafik permainan Sesko meningkat drastis. Ia sukses mengemas lima gol dalam enam pertandingan terakhir.
Meski mengakui kualitas Sesko, Heskey menilai Carrick sebaiknya tetap menempatkan mantan penyerang RB Leipzig itu sebagai supersub.
Ia justru mendorong agar Matheus Cunha dipercaya sebagai starter.
“Posisi penyerang tengah adalah posisi yang sulit bagi Manchester United saat ini,” ujar Heskey dilansir dari Metro.uk
“Saya menilai Benjamin Sesko dan ingin melihatnya jadi starter karena dia penyerang tradisional. Tapi masalahnya bagaimana memasukkan Matheus Cunha, Bruno Fernandes, dan Bryan Mbeumo dalam tim utama.”
Menurut Heskey, Cunha menawarkan mobilitas lebih tinggi di lini depan.
“Kalau saya jadi Michael Carrick, saya akan memainkan Cunha sebagai ujung tombak. Dia memberi serangan lebih dinamis dan memulai kariernya dengan sangat baik di klub.”
Baca Juga: Eks Direktur Liverpool Bongkar Teori Konspirasi 115 Tuduhan Pelanggaran Finansial Man City
Heskey juga menyoroti besarnya tekanan bermain di Old Trafford. Ia menilai tidak semua pemain bisa langsung beradaptasi dengan ekspektasi tinggi di klub sebesar Manchester United.
“Secara teknis Sesko sangat bagus. Tapi bermain di lingkungan seperti Manchester United tidak mudah. Ada ekspektasi besar,” jelasnya.
Ia bahkan membandingkan dengan pengalamannya sendiri saat pindah dari Leicester City ke Liverpool.
“Di klub besar ada mentalitas harus menang. Bukan ‘kalau menang’, tapi ‘harus menang’. Itu tekanan yang berbeda.”
Berita Terkait
-
Eks Direktur Liverpool Bongkar Teori Konspirasi 115 Tuduhan Pelanggaran Finansial Man City
-
Disindir Tak Punya Aura Kuat sebagai Pelatih Liverpool, Arne Slot Serang Balik Wayne Rooney
-
Mantan Asisten Sir Alex Ferguson Anggap Senne LammensBelum Sesuai dengan Standar Manchester United
-
Owen Hargreaves Masih Tak Habis Pikir dengan Pola Pikir Ruben Amorim Saat Latih MU
-
Arne Slot Janjikan Waktu yang Tepat Buat Alexander Isak Meledak Bersama Liverpool
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan
-
Euforia Berujung Maut! Remaja Putri Tewas Saat Rayakan Kemenangan Prancis
-
Susunan Pemain Spanyol vs Belgia: De la Fuente Coret Pedri Diganti Fabian Ruiz