-
Xabi Alonso resmi didepak dari Real Madrid akibat performa buruk dan konflik internal tim.
-
Kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol menjadi alasan utama pemecatan Xabi Alonso.
-
Selama tujuh bulan menjabat, Alonso meraih 24 kemenangan sebelum akhirnya resmi diberhentikan klub.
Suara.com - Manajemen raksasa Spanyol secara resmi mengakhiri kerja sama profesional mereka dengan juru taktik Xabi Alonso.
Keputusan drastis ini diambil tepat pada Senin malam waktu setempat setelah evaluasi mendalam dilakukan pihak klub.
Kekalahan menyakitkan dari Barcelona di partai puncak Piala Super Spanyol menjadi pemicu utama pemutusan kontrak ini.
Skor tipis dua berbanding tiga di laga final tersebut dianggap sebagai batas akhir kesabaran jajaran direksi.
Padahal sebelumnya sang pelatih diharapkan mampu membawa angin segar bagi prestasi klub di kancah domestik.
Melalui kanal media sosial pribadinya, mantan bintang lini tengah tersebut memberikan pernyataan resmi terkait pengunduran dirinya.
Alonso memilih untuk tetap tegar dan menunjukkan sikap profesional meski harus angkat kaki lebih awal.
“Fase profesional saya sudah selesai, dan tidak berakhir seperti yang kita inginkan. Melatih Real Madrid merupakan kehormatan dan tanggung jawab besar,” ujar Alonso dalam surat perpisahan yang dia unggah di Instagram pada Selasa (13/1).
Ia merasa telah memberikan seluruh kemampuan terbaiknya demi kejayaan tim yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu.
Baca Juga: Xabi Alonso Baru Dipecat, Manchester United Tertarik Merekrut?
Kepuasan batin tetap ia rasakan karena sempat mengabdi pada klub yang sangat berarti dalam kariernya.
“Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama seluruh penggemar Madrid atas dukungan serta kepercayaan mereka. Saya pergi dengan rasa bangga, respek, dan puas karena telah melakukan yang terbaik.”
Alasan pemecatan ini ternyata tidak hanya didasari oleh satu kekalahan di turnamen Piala Super saja.
Performa kolektif skuad Los Blancos terpantau mulai merosot tajam sejak memasuki bulan November tahun lalu.
Data mencatat bahwa tim hanya sanggup mengamankan tujuh kemenangan dari total empat belas laga terakhir.
Statistik tersebut dianggap sangat tidak memadai bagi standar klub sebesar Real Madrid yang haus gelar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
2 Hal Menarik dari Rumor Kelme Jadi Brand Apparel Baru Timnas Indonesia
-
Timnas Indonesia vs Bulgaria: Ole Romeny Bakal Lawan Rekan Setimnya
-
Kondisi Terbaru Mees Hilgers: Nasib Ada di Tangan Erik Ten Hag
-
Tak Dipakai Mikel Arteta, Bek Arsenal Rp1 Triliun Berpotensi Hijrah ke Liverpool
-
Prediksi Semifinal Piala Liga Inggris Chelsea vs Arsenal: Rekor Buruk The Blues di Kandang Sendiri
-
Tak Mau Hormati Barcelona, Kylian Mbappe Kena Damprat Joan Laporta
-
Terungkap Umpatan Xabi Alonso ke Pemain Real Madrid Sebelum Dipecat, Mbappe Jadi Biang Kerok
-
Kilas Balik Anak John Herdman Bikin Gol ke Gawang Timnas Indonesia dan Buat STY Tertunduk
-
Harapan Umuh Muchtar usai John Herdman Diresmikan sebagai Pelatih Baru Timnas Indonesia
-
Mees Hilgers Siap Buka Kembali Negosiasi dengan FC Twente