-
Xabi Alonso resmi didepak dari Real Madrid akibat performa buruk dan konflik internal tim.
-
Kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol menjadi alasan utama pemecatan Xabi Alonso.
-
Selama tujuh bulan menjabat, Alonso meraih 24 kemenangan sebelum akhirnya resmi diberhentikan klub.
Dampaknya sangat terasa di tabel klasemen sementara Liga Spanyol yang kini mengalami pergeseran posisi signifikan.
Real Madrid terpaksa harus merelakan posisi puncak klasemen diambil alih oleh rival abadi mereka, Barcelona.
Kondisi teknis di lapangan hijau ternyata diperparah dengan situasi yang kurang kondusif di balik layar.
Kabar mengenai keretakan hubungan antara Alonso dengan beberapa pilar utama tim mulai terendus oleh publik.
Perselisihan di dalam ruang ganti ditengarai menjadi faktor krusial yang merusak keharmonisan tim secara keseluruhan.
Manajemen menilai stabilitas internal jauh lebih penting daripada mempertahankan posisi pelatih saat kondisi memanas.
Kedatangan Alonso awalnya disambut dengan antusiasme tinggi mengingat prestasi gemilangnya saat menukangi Bayer Leverkusen.
Ia digadang-gadang bakal menjadi suksesor yang mampu membangkitkan kembali kejayaan era emas Los Blancos.
Namun realita di lapangan menunjukkan bahwa tujuh bulan kepemimpinannya belum membuahkan hasil yang diharapkan manajemen.
Baca Juga: Xabi Alonso Baru Dipecat, Manchester United Tertarik Merekrut?
Xabi Alonso tercatat mulai mengemban tugas berat sebagai pelatih kepala tim utama sejak bulan Mei.
Meski berakhir dengan perpisahan, ia menegaskan tidak ada rasa benci atau dendam kepada pihak manajemen.
Selama periode singkat kepelatihannya, Alonso telah memimpin tim dalam berbagai kompetisi resmi yang cukup padat.
Rekor pertandingannya mencakup dua puluh empat kali kemenangan yang sempat memberikan harapan bagi para pendukung.
Selain itu, ia juga mencatatkan hasil imbang sebanyak empat kali selama masa jabatannya di Madrid.
Adapun jumlah kekalahan yang diderita tim di bawah arahannya mencapai enam kali di seluruh ajang.
Angka-angka tersebut kini menjadi catatan sejarah dalam buku perjalanan karier kepelatihan sang legenda di Spanyol.
Alonso kini bersiap menatap babak baru dalam kariernya setelah pengalaman berharga bersama klub raksasa tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo