-
John Herdman resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia dengan jaminan independensi penuh pemilihan pemain.
-
Pelatih baru Garuda menolak intervensi dan siap bertanggung jawab atas seluruh keputusan teknis.
-
Herdman segera memantau laga Super League dan menemui pemain diaspora di Eropa akhir Januari.
Suara.com - Juru taktik anyar Timnas Indonesia asal Kanada John Herdman menekankan pentingnya kedaulatan penuh dalam menyusun komposisi pemain Skuad Garuda.
Ia menyatakan secara lugas bahwa tidak akan membiarkan pengaruh eksternal mendikte kebijakan teknis yang ia jalankan.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap penggawa yang terpilih murni berdasarkan kualitas dan kebutuhan tim.
Herdman ingin membangun fondasi kepercayaan yang kuat antara tim pelatih dengan publik sepak bola tanah air.
Isu mengenai adanya campur tangan pihak tertentu dalam penentuan pemain langsung ditepis secara tegas olehnya.
Dirinya menjamin bahwa transparansi dan sportivitas menjadi standar utama dalam setiap pemanggilan atlet ke pemusatan latihan.
Walaupun menjunjung tinggi kemandirian, ia tetap memposisikan diri sebagai pendengar yang baik bagi perkembangan sepak bola lokal.
Baginya, masukan dari berbagai lapisan merupakan data pendukung yang berharga untuk memetakan potensi pemain Indonesia.
Herdman memandang keragaman opini sebagai salah satu kekayaan perspektif dalam mengelola tim nasional yang besar.
Baca Juga: Tinggal Pilih Langsung Gas! 3 Calon Asisten Pelatih Lokal untuk John Herdman
Mantan pelatih timnas Kanada ini mengaku siap menyerap aspirasi dari para penggemar setia Merah Putih.
Selain suporter, ia juga membuka ruang diskusi bagi para pengamat yang memiliki analisis mendalam terhadap performa pemain.
Sinergi dengan para arsitek klub di liga domestik serta pihak federasi tetap menjadi prioritas dalam agendanya.
Namun, semua saran tersebut hanya akan menjadi bahan pertimbangan sebelum keputusan final ia tetapkan secara mandiri.
Ketegasan ini diperlukan agar arah pengembangan tim tetap konsisten sesuai dengan filosofi permainan yang ia usung.
Terkait proses pengambilan keputusan tersebut, John Herdman memberikan pernyataan resmi yang sangat mendalam bagi publik.
"Pelatih tim nasional harus bertanggung jawab penuh atas pengambilan keputusan mereka. Sebagai pelatih tim nasional, Anda harus berkonsultasi," kata John Herdman beberapa waktu lalu.
Ia menyadari bahwa jabatan pelatih kepala menuntut kemampuan navigasi di tengah ekspektasi masyarakat yang sangat tinggi.
"Penting untuk mendengarkan kebijaksanaan banyak pihak. Anda mendengarkan suporter, para ahli, pelatih di level bawah, serta pelatih profesional di liga," jelasnya.
Menyaring berbagai masukan merupakan seni kepemimpinan yang harus dikuasai untuk meredam kegaduhan di ruang publik.
Herdman sangat memahami bahwa tekanan dari berbagai sudut adalah konsekuensi logis dari profesi yang ia jalani sekarang.
"Namun, pelatih kepala tahu kapan harus meredam kebisingan itu dan membuat keputusan. Dan itulah tekanan serta tanggung jawab yang harus diambil oleh pelatih kepala. Dan saya siap untuk tanggung jawab dan akuntabilitas tersebut."
Penegasan ini sekaligus menjadi jawaban atas keraguan publik mengenai integritas dalam proses seleksi pemain tim nasional.
Baginya, hasil akhir di lapangan adalah bentuk pertanggungjawaban nyata dari semua keputusan yang telah diambil sebelumnya.
Setiap laga yang dijalani adalah pertaruhan reputasi sekaligus pembuktian atas pilihan yang telah ia tentukan sendiri.
Ia kembali menekankan bahwa peran pelatih kepala adalah mutlak dan tidak bisa ditawar dalam hal teknis permainan.
"Pelatih kepala akan membuat keputusan tentang siapa yang bermain di setiap pertandingan, di setiap laga, dan di setiap skuad," ujarnya.
PSSI secara resmi memperkenalkan sosok John Herdman sebagai nakhoda baru Timnas Indonesia pada Selasa, 13 Januari 2026.
Acara seremoni penyambutan sekaligus sesi tanya jawab perdana tersebut diselenggarakan secara eksklusif di Hotel Mulia, Jakarta.
Kehadiran Herdman membawa harapan baru bagi peningkatan prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional pada masa depan.
Setelah resmi menjabat, ia tidak membuang waktu untuk segera terjun langsung mengamati perkembangan kualitas kompetisi domestik.
Herdman dijadwalkan akan hadir di stadion untuk menyaksikan beberapa pertandingan bergengsi di ajang Super League Indonesia.
Aktivitas ini dilakukan guna mencari talenta terpendam yang layak mendapatkan kesempatan mengenakan seragam kebanggaan Garuda.
Tidak berhenti di dalam negeri, ia juga telah menyusun rencana perjalanan dinas lintas benua menuju daratan Eropa.
Kunjungan ke Eropa tersebut direncanakan bakal berlangsung antara akhir Januari hingga memasuki awal Februari mendatang.
Misi utama perjalanan tersebut adalah untuk menjalin komunikasi intensif dengan para pemain diaspora yang merumput di sana.
Herdman ingin berbicara langsung mengenai proyeksi masa depan timnas dan kesediaan mereka untuk berjuang bersama Indonesia.
Pendekatan personal ini dianggap sangat penting untuk menyamakan visi dan misi sebelum kompetisi resmi dimulai nantinya.
Diskusi tatap muka diharapkan mampu membangun ikatan emosional yang kuat antara pelatih dengan para pemain potensial tersebut.
Dengan langkah komprehensif ini, John Herdman optimistis mampu membentuk skuad Timnas Indonesia yang lebih kompetitif dan berintegritas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Jagokan Juventus Raih Scudetto, Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Kirim Sinyal Ingin Kembali?
-
Gebrakan Transfer Super League, Persik Kediri Resmi Rekrut Mantan Gelandang Arsenal
-
Semen Padang Rekrut 8 Pemain Asing Baru untuk Putaran Kedua BRI Super League
-
Inter Milan Jadi Campione d'Inverno, Chivu: Ah Gak Penting, Scudetto Tujuan Utama
-
Chelsea Kalah dari Arsenal, Liam Rosenior Kerepotan Redam Emosi Enzo Fernandez
-
Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Menggema, FIFA Gak Berani Bersuara
-
Resmi! TikTok Jadi Mitra FIFA Piala Dunia 2026: Ada Prediksi Skor hingga Fitur AR
-
Cetak Gol dan Bawa Arsenal Sikat Chelsea, Gyokeres Terlihat Tak Suka, Ada Apa?
-
Senyum Semringah Pemain Manchester United Saat Carrick Pimpin Latihan Perdana
-
Puas Dengan Permainan Persib di Putaran Pertama, Bojan Hodak: Lihat, Kami Nomor Satu Lagi