-
John Herdman tetap optimis membawa Timnas Indonesia juara meski tanpa pemain liga top Eropa.
-
Piala AFF 2026 berlangsung di luar kalender FIFA sehingga banyak pemain pilar absen.
-
Timnas Indonesia berada di Grup A bersaing dengan Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.
Suara.com - Juru taktik Timnas Indonesia John Herdman menunjukkan sikap tenang dalam menghadapi tantangan besar menjelang turnamen regional.
Kejuaraan sepak bola bergengsi se-Asia Tenggara yakni Piala AFF 2026 dijadwalkan akan bergulir pada bulan Juli mendatang.
Namun agenda besar ini memiliki kendala teknis karena pelaksanaannya berada di luar jendela resmi kalender FIFA.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada komposisi pemain yang bisa dipanggil untuk memperkuat barisan Skuad Garuda nantinya.
Beberapa pilar utama yang berkarier di kompetisi elite Eropa diprediksi kuat akan absen membela panji merah putih.
Nama-nama besar seperti Jay Idzes dan Kevin Diks kemungkinan besar tidak mendapatkan lampu hijau dari pihak klub.
Selain mereka terdapat pula penggawa penting lain seperti Calvin Verdonk serta penjaga gawang tangguh Emil Audero.
Penyerang berbakat Ole Romeny beserta bek muda Justin Hubner juga masuk dalam daftar pemain yang sulit dilepaskan.
Ketiadaan mereka disebabkan oleh kebijakan klub yang tidak wajib melepas pemain untuk turnamen non-agenda resmi FIFA.
Baca Juga: Tekad Putus Kutukan Runner-up! Rizky Ridho Pasang Target Juara Piala AFF 2026 di Era John Herdman
Meski kehilangan kekuatan inti di lini pertahanan dan serang pelatih asal Inggris tersebut tidak merasa tertekan.
John Herdman justru melihat status Indonesia yang belum pernah memenangi trofi ini sebagai sebuah keuntungan besar.
Motivasi untuk memutus rantai kegagalan di partai puncak menjadi bahan bakar utama bagi sang pelatih anyar.
“Saya pikir fakta bahwa Timnas Indonesia belum pernah memenangi turnamen ini adalah hal yang baik bagi pelatih baru,” kata John Herdman beberapa waktu lalu.
Pernyataan tersebut merujuk pada beban mental yang lebih ringan dibandingkan melatih tim yang sudah sering juara.
Beliau merasa tantangan ini jauh lebih menarik daripada harus mempertahankan dominasi yang sudah mapan selama bertahun-tahun.
Herdman menambahkan bahwa menjadi pelatih tim yang haus gelar memberikan ruang kreativitas dan ambisi yang lebih luas.
“Karena hal yang paling tidak diinginkan adalah menjadi pelatih dari tim yang sudah menang enam kali berturut-turut, kemudian pelatih itu harus berusaha memenangi gelar ketujuh,” ucapnya.
Sejarah mencatat bahwa Indonesia sudah merasakan pahitnya kekalahan di enam laga final sepanjang keikutsertaan mereka.
Rekor tersebut kini dipandang sebagai momentum yang tepat untuk melakukan perubahan besar dalam peta sepak bola ASEAN.
Walaupun demikian ia tetap menyadari bahwa meraih supremasi tertinggi di kawasan ini memerlukan perjuangan yang sangat berat.
Berdasarkan hasil undian Timnas Indonesia akan bersaing ketat di Grup A pada babak penyisihan nanti.
Lawan yang harus dihadapi meliputi rival bebuyutan Vietnam serta tim nasional Singapura yang memiliki tradisi kuat.
Selain itu Kamboja dan pemenang kualifikasi antara Timor Leste atau Brunei Darussalam juga menjadi penghalang.
John Herdman memastikan tidak akan menganggap remeh siapapun lawan yang akan dihadapi oleh anak asuhnya.
Ketelitian dalam menyusun strategi cadangan menjadi prioritas utama tim kepelatihan guna menambal kekosongan pemain bintang.
Situasi krisis pemain ini sebenarnya juga dialami oleh negara-negara peserta lainnya di ajang Piala AFF.
Pelatih memahami bahwa klub-klub di liga top dunia tidak akan berkompromi dengan jadwal di luar FIFA.
“Setiap tim, setiap grup, akan menjadi lawan yang tangguh di kompetisi ini,” ungkap John Herdman.
Ketidaktersediaan jadwal resmi menjadi alasan logis mengapa pemain yang merumput di Italia dan Jerman tidak hadir.
“Karena tidak dalam jadwal FIFA yang tersedia, jadi secara realita, pemain Serie A atau pemain Bundesliga tidak akan bisa berpartisipasi," lanjutnya.
Bagi Herdman esensi dari turnamen ini adalah kemampuan adaptasi sebuah negara dalam memaksimalkan sumber daya yang ada.
Ia percaya bahwa tim yang paling siap secara mental dan taktik lokal akan keluar sebagai pemenang sejati.
"Ini akan menjadi level persaingan yang setara. Tim yang sukses adalah tim yang paling bisa mewakili negaranya pada saat itu dan mengambil kesempatan," pungkasnya.
Persiapan mendalam terus dilakukan guna memastikan kualitas permainan Indonesia tidak menurun drastis tanpa pemain diaspora.
Langkah rinci sedang disusun agar Indonesia bisa mengakhiri puasa gelar dan membawa pulang trofi ke tanah air.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
3 Negara Antre Lawan Timnas Indonesia FIFA Matchday Juni 2026, Erick Thohir Segera Kontrak Resmi
-
Soal Rumor Playoff Tambahan Piala Dunia 2026, PSSI: Kami Belum Dapat Surat dari FIFA
-
Fokus Evaluasi Lini Serang Usai Timnas Indonesia U-17 Gagal Konversi Peluang Jadi Gol Lawan Malaysia
-
Timnas Indonesia Bakal Hadapi Lawan Sekelas Argentina pada November
-
Jadwal Liga Italia Pekan ke-33: Napoli vs Lazio hingga AS Roma vs Atalanta
-
Borja Herrera Cetak Gol Tercepat Super League 2025/2026, Hanya Butuh Waktu 25 Detik
-
PSSI Respons Rumor Play-Off Tambahan Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Jadi Peserta?
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Derbi Merseyside Hingga Man City vs Arsenal
-
MU Waspadai Efek Kejut Persebaya Surabaya Usai Dibantai Persija Jakarta
-
Dean Zandbergen Menggila di Belanda, Calon Striker Timnas Indonesia Panen Penghargaan