-
Ole Romeny bantu Oxford United raih hasil imbang 0-0 saat melawan pemimpin klasemen Coventry.
-
Meski bermain sepuluh orang, Oxford tampil disiplin dan Romeny mencatatkan rating performa 6,1.
-
Oxford United masih berada di zona degradasi dan terpaut empat poin dari batas aman.
Suara.com - Pertandingan pekan ke-31 Championship musim 2025/2026 menyajikan drama menarik bagi pendukung Oxford United.
Klub yang dimiliki Erick Thohir tersebut sukses memaksa hasil imbang tanpa gol melawan pemuncak klasemen.
Laga yang berlangsung di markas Coventry City ini menjadi panggung pembuktian bagi sosok Ole Romeny.
Pemain depan andalan Timnas Indonesia tersebut menunjukkan bahwa kualitasnya sangat dibutuhkan dalam situasi sulit.
Meskipun bertindak sebagai tim tamu, Oxford mampu menunjukkan organisasi pertahanan yang sangat luar biasa solid.
Pelatih Oxford United memutuskan untuk menyimpan Ole Romeny di bangku cadangan pada awal pertandingan.
Pertandingan berjalan sangat alot karena kedua tim berusaha keras mencari celah untuk mencetak gol.
Romeny akhirnya mendapatkan kesempatan merumput pada menit ke-77 saat tensi pertandingan sedang memuncak.
Ia masuk menggantikan Myles Peart-Harris untuk menyegarkan lini depan sekaligus membantu transisi bertahan tim.
Baca Juga: Timnas Indonesia Krisis Striker Abroad Eropa Andai Mauro Zijlstra Gabung Persija
Kehadirannya di lapangan diharapkan mampu memberikan ancaman balik ke jantung pertahanan lawan yang kuat.
Namun tantangan besar langsung menghadapi Oxford United sesaat setelah Romeny masuk ke dalam arena.
Will Lankshar harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat menerima hukuman kartu kuning kedua dari wasit.
Bermain dengan sepuluh orang memaksa tim tamu untuk bekerja dua kali lebih keras menahan gempuran.
Pelatih Coventry City, Frank Lampard, terus menginstruksikan anak asuhnya untuk meningkatkan intensitas serangan mematikan.
Oxford United dipaksa bertahan total demi mengamankan satu poin berharga dari kandang lawan yang angker.
Meski bermain dalam waktu yang relatif singkat, Ole Romeny memberikan dampak positif yang nyata.
Berdasarkan data statistik dari laman FotMob, pemain berusia 24 tahun ini mendapatkan rating sebesar 6,1.
Angka penilaian tersebut ternyata lebih tinggi dibandingkan pemain yang digantikannya, Myles Peart-Harris, yang mendapat 5,8.
Romeny tercatat melakukan satu tekel penting dan satu kontribusi bertahan yang menggagalkan peluang lawan.
Ketenangan Romeny dalam memegang bola juga terlihat dari catatan empat sentuhan penting di area kritis.
Keberhasilan menahan imbang tim terbaik liga saat ini memberikan kepuasan tersendiri bagi internal skuad.
Usai laga yang melelahkan tersebut, Romeny membagikan unggahan emosional melalui akun Instagram pribadinya kepada publik.
“Teamwork 100,” tulisnya, menegaskan pentingnya kerja sama tim dalam hasil imbang tersebut.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besarnya rasa kebersamaan yang ada di dalam ruang ganti tim.
Hasil imbang ini dianggap setara dengan kemenangan mengingat kondisi tim yang kekurangan jumlah pemain.
Walaupun meraih satu poin tambahan, Oxford United masih berjuang keras di papan bawah klasemen.
Saat ini mereka masih tertahan di peringkat ke-23 dengan perolehan total sebanyak 28 poin.
Jarak dengan Leicester City yang berada di zona aman kini terpaut sebanyak empat poin saja.
Sementara itu, Coventry City masih kokoh di puncak dengan koleksi 59 poin meski gagal menang.
Persaingan di papan atas semakin memanas karena Middlesbrough terus membayangi dengan selisih hanya satu poin.
Kesempatan bermain yang didapatkan Romeny menjadi sinyal positif bagi karier internasionalnya bersama skuad Garuda.
Kemampuan beradaptasi dengan atmosfer Championship yang sangat fisik menunjukkan bahwa dirinya adalah pemain bermental baja.
Etos kerja yang ia tunjukkan saat bertahan bisa menjadi pertimbangan pelatih untuk memberinya menit bermain.
Konsistensi adalah kunci utama bagi Romeny jika ingin mengamankan posisi inti di sisa kompetisi musim.
Seluruh penggemar sepak bola di tanah air tentu berharap kontribusi Romeny terus meningkat secara signifikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Sassuolo Dipermak Inter, Fabio Grosso Blak-blakan Salahkan Jay Idzes Cs: Dia Ceroboh!
-
Intip Kontrak Adrian Wibowo, Punya Kans Ikuti Mauro Zijlstra Cs Main di Liga 1?
-
Inter Gilas Jay Idzes Cs 5-0, Chivu Lempar Kata-kata Pedas: Mereka Sempat Merepotkan tapi...
-
Rincian Denda PSSI dari AFC Gegara Suporter Terobos Lapangan di Final Piala Asia Futsal 2026
-
Angin Segar untuk Herdman! 'The Next Sergio Ramos' Buka Pintu Bela Timnas Indonesia
-
Badai Absen Hantam Timnas Indonesia: 5 Pilar Terancam Gagal Tampil di FIFA Series 2026
-
Starting XI Ngeri Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Disesaki Pemain Diaspora?
-
Bang Jago Keturunan Indonesia Makin Bersinar di Eks Klub Sandy Walsh, Bisa Dipanggil John Herdman?
-
AFC Jatuhi Sanksi PSSI Gara-gara Timnas Futsal Indonesia
-
2 Pemain Keturunan Indonesia Baru Eligible Dinaturalisasi John Herdman