Bola / Liga Italia
Senin, 09 Februari 2026 | 17:12 WIB
Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso. (Dok. Sassuolo)
Baca 10 detik
  • Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, menyatakan kekecewaan atas kekalahan 0-5 telak melawan Inter Milan pada Serie A.
  • Grosso menyebutkan babak pertama sangat baik namun keberanian berlebih timnya membuka celah hukuman dari Inter.
  • Kesalahan fatal termasuk kartu merah Nemanja Matic dianggap menjadi faktor signifikan yang memengaruhi hasil akhir laga tersebut.

Suara.com - Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso mengaku bahwa ia cukup kecewa dengan kekalahan telak 0-5 dari Inter Milan dalam lanjutan Serie A, Senin (9/2) dinihari WIB.

Meski kecewa lini belakangnya hancur lebur oleh serangan Lautaro Martinez dkk, Grosso tetap memberikan apresiasi kepada penampilan Jay Idzes Cs.

Grosso menilai ada banyak pelajaran berharga yang bisa diambil, terutama dari performa tim pada babak pertama.

Menurutnya, menghadapi tim dengan kualitas seperti Inter memang membutuhkan permainan hampir sempurna, ditambah sedikit keberuntungan.

“Ini pertandingan yang memberi banyak pelajaran, bahkan ada hal-hal positif meski hasilnya berat. Kami menghadapi tim dengan level sangat tinggi, jadi Anda harus tampil sangat baik dan berharap mereka tidak melakukan hal yang sama,” ujar Grosso dilansir dari Tuttosport

Grosso menilai Sassuolo sebenarnya tampil impresif di awal pertandingan.

Namun, keberanian berlebih justru membuka celah bagi Inter untuk menghukum mereka.

“Kami menjalani babak pertama dengan level sangat tinggi, mungkin bahkan terlalu berani. Peluang yang kami berikan muncul karena kurangnya kejernihan dalam mengambil keputusan. Kami harus lebih pintar memahami kapan harus menyerang dan kapan menunggu,” jelasnya.

Sassuolo sempat mencetak gol lewat Thorstvedt, tetapi dianulir karena offside. Grosso percaya gol tersebut bisa menjadi titik balik jika disahkan.

Baca Juga: Inter Gilas Jay Idzes Cs 5-0, Chivu Lempar Kata-kata Pedas: Mereka Sempat Merepotkan tapi...

“Gol itu bisa memberi energi untuk memulai babak kedua dengan lebih baik. Namun kami justru kebobolan dua gol di awal paruh kedua, sesuatu yang biasanya tidak kami biarkan terjadi dengan mudah,” katanya.

Situasi semakin sulit setelah kartu merah yang diterima Nemanja Matic, yang disebut Grosso sebagai kesalahan fatal.

“Dia melakukan kecerobohan, dan melawan lawan berkualitas tinggi, kesalahan seperti itu harus dibayar mahal,” tegasnya.

Kiper Sassuolo, Arijanet Muric, ikut menjadi sorotan setelah kebobolan lima gol. Meski begitu, Grosso tetap membela anak asuhnya.

“Muric punya potensi besar, seperti banyak pemain lain di tim ini. Dia bisa tampil lebih baik, tetapi dalam banyak pertandingan sebelumnya dia sangat membantu kami,” ujar Grosso.

Pelatih berusia 48 tahun itu menegaskan pentingnya memahami ritme pertandingan agar keberanian tim tidak berubah menjadi kelemahan.

Load More