- Insiden terjadi di GBLA pada Rabu (18/2/2026) malam setelah Persib gagal lolos ACL Two meskipun menang 1-0.
- Oknum suporter masuk lapangan, mengejar wasit, serta melempar benda seperti botol dan batu bata selama pertandingan.
- Pemain Ratchaburi FC, khususnya Denilson Junior, menjadi sasaran serangan rasis daring termasuk terhadap anggota keluarganya.
Suara.com - Laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC pada leg kedua AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 tak hanya menyisakan hasil yang mengejutkan, tetapi juga sejumlah kejadian di luar lapangan yang mencederai semangat fair play dalam sepak bola.
Berikut 5 fakta paling mencolok dari insiden yang terjadi sebelum, saat, dan setelah pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026) malam.
Suporter Masuk ke Lapangan
Usai peluit panjang dibunyikan, suasana di GBLA berubah tegang. Sejumlah oknum suporter masuk ke area lapangan, mengejar wasit dan mendekati pemain secara emosional setelah Persib gagal lolos meski menang 1–0.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengecam tindakan tersebut dan menilai tindakan segelintir suporter telah mencoreng nama besar Bobotoh yang selama ini dikenal fanatik namun tertib.
Teror Saat Pemanasan dan Laga Berlangsung
Sejumlah laporan media Thailand menyebutkan bahwa sejak sesi pemanasan, suasana sudah tidak kondusif. Benda-benda seperti, flare, botol air, bahkan batu bata dilemparkan oleh oknum dari tribun suporter ke lapangan.
Hal ini membuat pemain Ratchaburi FC harus berlindung dan memicu ketegangan tinggi sebelum kick-off.
Tertahan di Ruang Ganti
Baca Juga: Usai Permalukan Persib, Striker Ratchaburi FC Jadi Korban Rasis, Istri dan Anak Juga Diserang
Menurut pernyataan winger Ratchaburi, Charoensak Wongkorn, pertandingan berlangsung menegangkan karena adanya serangan dari luar lapangan.
Setelah laga usai, beberapa pemain hampir tidak bisa meninggalkan lapangan dengan tenang karena tekanan suporter yang emosional. Para pemain dan pendukung klub Thailand itu sempat tertahan di ruang ganti.
Situasi ini memaksa staf keamanan untuk mengawal ketat rombongan tim lawan saat mereka berjalan ke ruang ganti.
Denilson Junior Jadi Sasaran Serangan Rasis
Striker Ratchaburi asal Brasil, Denilson Junior, yang menjadi pahlawan kemenangan agregat dengan golnya sepanjang ACL 2, justru menerima serangan rasis di media sosial usai laga.
Di kolom komentar Instagram maupun unggahan pribadinya, sejumlah netizen menuliskan penghinaan bernada rasis.
Berita Terkait
-
Usai Permalukan Persib, Striker Ratchaburi FC Jadi Korban Rasis, Istri dan Anak Juga Diserang
-
Hadapi Persib, Bintang Timnas Malaysia Anggap Sebagai Pemanasan Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF
-
Sergio Castel Takjub Atmosfer GBLA, Minta Bobotoh Tetap Bangga
-
Amuk Bojan Hodak Usai Laga Persib Lawan Ratchaburi Gara-Gara Oknum Suporter Masuk Lapangan Hijau
-
Cerita Suporter Ratchaburi Sembunyi di Ruang Ganti Usai Singkirkan Persib Bandung
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Generasi Terburuk! Legenda Brasil Ramai-ramai Desak Carlo Ancelotti Dipecat
-
Kylian Mbappe Kecam Komentar Rasis Senator Paraguay, Responsnya Jadi Sorotan
-
Persib Akui Raup Cuan Besar dari Transfer Andrew Jung
-
Ole Romeny Selangkah Lagi Gabung Fortuna Sittard, Siap Satu Tim dengan Justin Hubner
-
Datangkan Striker Montenegro Balsa Sekulic, Lini Depan Persib Bandung Makin Ngeri
-
Timnas Iran Olok-olok Kekalahan Amerika Serikat dari Belgia
-
Oxford United Tak Diundang ke Piala Presiden 2026, Erick Thohir Bantah karena Cedera Ole Romeny
-
Pratama Arhan Ungkap Alasan Gabung Persija Jakarta, Shin Tae-yong Jadi Faktor Kunci
-
Amerika Serikat Dibantai Belgia meski 'Dibantu' FIFA, Pochettino: Kami Harus Belajar
-
Presiden FIFA Ogah Ngaku Telpon dari Donald Trump Soal Kartu Merah Folarin Balogun