-
Tim Geypens menjadi solusi krisis bek kiri Timnas Indonesia jelang agenda FIFA Series 2026.
-
Pemain FC Emmen ini sudah resmi menjadi WNI sejak Februari 2025 tanpa kendala administrasi.
-
Absennya Shayne Pattynama dan Pratama Arhan membuka peluang besar bagi debut senior Tim Geypens.
Suara.com - Kabar kurang sedap datang menghampiri skuad Garuda Timnas Indonesia menjelang perhelatan FIFA Series 2026 pada Maret mendatang.
Sektor pertahanan sisi kiri Tim Nasional Indonesia kini berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan bagi pelatih.
John Herdman sebagai juru taktik kini dipaksa bekerja lebih keras guna menambal lubang besar di lini belakang.
Masalah utama muncul setelah dua pilar utama yang biasa mengisi posisi tersebut dipastikan berhalangan untuk tampil.
Shayne Pattynama dipastikan absen membela negara karena harus menjalani hukuman akibat akumulasi kartu kuning sebelumnya.
Kondisi semakin rumit karena Pratama Arhan juga dilaporkan sedang berjuang pulih dari cedera di Bangkok United.
Ketidakhadiran dua nama besar tersebut membuat stok pemain di posisi bek kiri menjadi sangat terbatas saat ini.
Namun, di balik kesulitan tersebut, muncul satu nama berbakat yang berkarier di Liga Belanda sebagai solusi.
Nama tersebut adalah Tim Geypens, pemain muda berbakat yang kini sedang membela klub kasta kedua, FC Emmen.
Baca Juga: Posisinya Diserobot Maarten Paes, Kiper Muda Ajax Luapkan Kekecewaan
Menariknya, pemain ini sebenarnya sudah mengantongi status Warga Negara Indonesia sejak bulan Februari tahun 2025 lalu.
Status Kewarganegaraan Sudah Tuntas
Status hukum Geypens sebagai WNI didapatkan bersamaan dengan proses pengambilan sumpah Ole Romeny dan Dion Markx.
Berbeda dengan kedua rekannya, Geypens sejauh ini memang belum pernah mencicipi debut bersama tim nasional senior Indonesia.
Meskipun sempat dilirik untuk memperkuat kategori umur U-23, kendala izin klub membuatnya selalu gagal bergabung ke skuad.
Situasi pada agenda FIFA Series 2026 kali ini dipastikan akan sangat berbeda secara administratif bagi sang pemain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan