-
FIFA memantau keamanan timnas Iran di Piala Dunia 2026 pasca serangan rudal Amerika Serikat.
-
Nasib Iran di Grup G masih belum berubah meski tensi militer kedua negara memanas.
-
Sekjen FIFA Mattias Grafstrom menegaskan perlunya kajian mendalam sebelum mengambil keputusan terkait turnamen.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari kancah politik global yang kini mulai membayangi persiapan pesta sepak bola terbesar sejagat, Piala Dunia 2026
Induk organisasi sepak bola dunia, FIFA, kini memasang mata pada dinamika keamanan antara Teheran dan Washington.
Situasi memanas ini terjadi tepat sebelum bergulirnya ajang bergengsi Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Langkah pengawasan ini merupakan respons langsung terhadap aksi militer yang diluncurkan oleh pihak Amerika Serikat.
Kekhawatiran muncul karena Amerika Serikat bertindak sebagai salah satu tuan rumah utama bersama Kanada dan Meksiko.
Tim nasional Iran sendiri sudah memegang tiket resmi untuk bertanding di putaran final turnamen tersebut.
Berdasarkan pembagian klasemen, skuad Iran direncanakan akan bertarung di Grup G yang cukup kompetitif.
Mereka dijadwalkan menghadapi tim-tim tangguh seperti Belgia, Selandia Baru, serta wakil Afrika, Mesir.
Masalah teknis muncul karena sebagian besar jadwal pertandingan grup ini berlokasi di tanah Amerika Serikat.
Baca Juga: Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
Ketegangan mencapai puncaknya setelah pemimpin Amerika Serikat memberikan pernyataan resmi terkait aksi militer tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi peluncuran rudal ke wilayah Iran pada hari Sabtu lalu.
Trump secara terbuka mendeskripsikan tindakan ofensif tersebut sebagai sebuah "operasi tempur besar".
Pernyataan keras dari Gedung Putih ini langsung memicu reaksi berantai dari berbagai organisasi internasional termasuk olahraga.
Kondisi sosiopolitik ini dianggap sangat sensitif mengingat posisi Amerika Serikat sebagai penyelenggara ajang FIFA.
Dunia kini menanti bagaimana FIFA akan menyeimbangkan agenda olahraga dengan realitas konflik bersenjata yang terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Hujan Rudal AS Bunuh 3 Warga Sipil di Iran Selatan, Bukan Tentara
-
Alexis Mac Allister: Tenang, Timnas Argentina Pengalaman di Semifinal
-
Rodrigo De Paul: Saya Harus Kendalikan Emosi di Laga Argentina vs Inggris
-
Jelang Argentina vs Inggris, Gonzalo Montiel: Kami Sudah Lewati Masa Sulit
-
Kata-kata Didier Deschamps, Prancis Aneh Hadapi Spanyol Hingga Angkat Koper dari Piala Dunia 2026
-
Pedro Porro: Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Tidak Ada di Mimpi Paling Liar Saya
-
Rekor Sempurna Luis de la Fuente: Spanyol 14 Pertandingan Tanpa Kalah
-
Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, De la Fuente: Pemain Luar Biasa
-
Kontroversi Semifinal Piala Dunia 2026? Yamal Handball, Spanyol yang Dapat Penalti
-
Rekor 7 Dekade Prancis Patah! Spanyol ke Final Piala Dunia Setelah 16 Tahun