-
Iran mempertimbangkan mundur dari Piala Dunia 2026 akibat serangan militer Amerika Serikat.
-
Presiden FFIRI Mehdi Taj meragukan partisipasi Iran setelah eskalasi konflik di Teheran.
-
Uni Emirat Arab disiapkan sebagai pengganti jika Iran resmi mengundurkan diri.
Suara.com - Gejolak politik perang yang melanda kawasan Timur Tengah kini mulai merembet secara nyata ke ranah olahraga internasional.
Nasib keikutsertaan Timnas Iran dalam ajang bergengsi Piala Dunia 2026 kini berada di ujung tanduk.
Ketegangan militer yang melibatkan Amerika Serikat telah memicu diskusi serius di internal pemerintahan dan federasi sepak bola Iran.
Eskalasi ini terjadi setelah serangkaian serangan udara menghantam titik vital di Teheran pada akhir Februari 2026.
Kondisi keamanan dalam negeri yang tidak stabil membuat fokus negara tersebut kini terbagi sepenuhnya ke sektor pertahanan.
Ketegangan memuncak saat negosiasi diplomatik antara kedua negara tersebut tidak membuahkan hasil positif bagi perdamaian.
Laporan mengenai tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran menjadi pemicu utama kemarahan publik dan ketidakpastian otoritas nasional.
Klaim kemenangan bahkan sempat dilontarkan oleh pihak Gedung Putih melalui media sosial pribadi presiden mereka.
Kejadian luar biasa ini otomatis meruntuhkan rencana jangka panjang yang telah disusun oleh skuad Tim Melli.
Baca Juga: Cak Nun Pernah Prediksi Soal Perang Iran vs Israel - AS Sejak 2012, Indonesia Bela Siapa?
Situasi kian rumit karena Amerika Serikat berperan sebagai tuan rumah utama dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola tersebut.
Presiden Federasi Sepakbola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, memberikan sinyal kuat mengenai kemungkinan absennya mereka di turnamen FIFA.
Beliau menyoroti mustahilnya menjalin hubungan olahraga di tengah agresi militer yang sedang berlangsung saat ini.
“Dengan apa yang terjadi hari ini serta serangan oleh Amerika Serikat, sangat tidak mungkin bagi kami untuk menantikan turnamen ini,” ujar Taj dikutip dari Marca, Minggu (1/3/2026).
Meskipun demikian, Taj memberikan catatan bahwa kebijakan ini masih menunggu arahan dari otoritas tertinggi di Iran.
Keputusan apakah tim akan berangkat menuju Amerika Serikat atau tetap tinggal di tanah air masih bersifat dinamis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Kalahkan Brasil, Timnas Indonesia Lolos Final Piala Dunia Mini Soccer 2026
-
Piala Dunia 2026 Makin Canggih! Drone Penyelamat Siaga di Setiap Stadion
-
Dia yang Minta! Mikel Arteta Beberkan Alasan Gabriel Jadi Eksekutor Terakhir Arsenal
-
Arsenal Kalah di Final UCL, Martin Keown Desak Arteta Belanja di Posisi Ini
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pengganti
-
Arsenal Kalah Adu Penalti dari PSG, Declan Rice: Ini Seperti Seperti Lotere
-
Model OnlyFans Janjikan Malam Panas untuk Kiper PSG, Istri Langsung Pasang Badan
-
PSG Back to Back Juara, Luis Enrique: Lawan Arsenal Jauh Lebih Melelahkan!