-
Legenda sepak bola Riono Asnan meninggal dunia pada Rabu (4/3) di usia 68 tahun.
-
Almarhum merupakan mantan bek tengah dan gelandang Timnas Indonesia periode 1979 hingga 1983.
-
Karier cemerlang Riono bermula dari tim junior hingga menjadi bintang utama Persebaya Surabaya.
Suara.com - Dunia kulit bundar tanah air Timnas Indonesia sedang menyelimuti diri dengan awan kesedihan yang mendalam.
Sosok pahlawan pertahanan legendaris, Riono Asnan, dikabarkan telah mengembuskan napas terakhirnya, meninggal dunia.
Berita kepergian pria yang dihormati di kancah sepak bola ini mulai tersebar luas sejak Rabu (4/3).
Akun media sosial resmi federasi sepak bola Indonesia, PSSI, menjadi saluran yang menyampaikan kabar duka ini.
Publik sepak bola pun tersentak mendengar kepergian salah satu putra terbaik asal Surabaya tersebut.
Riono Asnan dikenal luas sebagai pilar kokoh yang mengawal benteng pertahanan Indonesia pada masa jayanya.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa mendiang aktif memperkuat skuad Garuda pada kurun waktu 1979 hingga 1983.
Mengutip data dari laman Transfermarkt, pria kelahiran 15 Januari 1958 ini berasal dari Surabaya.
Beliau menutup perjalanan hidupnya yang inspiratif ini tepat pada usia 68 tahun.
Baca Juga: Ahmad Muzani Ungkap Pesan Terakhir Try Sutrisno: Ingin Amandemen UUD 45
Federasi sepak bola nasional secara terbuka memberikan penghormatan terakhir melalui pesan belasungkawa resmi.
"Turut berduka atas berpulangnya Riono Asnan, bek tengah dan gelandang Timnas Indonesia 1979-1983," tulis PSSI.
Kalimat singkat tersebut menggambarkan betapa besarnya peran sang pemain bagi sejarah tim nasional kita.
Kemampuannya yang serba bisa membuatnya sangat diandalkan saat berada di atas rumput hijau.
Selama empat tahun masa baktinya di Timnas, ia telah menunjukkan loyalitas dan dedikasi yang tinggi.
Kini, kontribusi besarnya akan selalu dikenang oleh para pecinta sepak bola di seluruh nusantara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Niat Pulihkan Cedera di Dubai, Bek Newcastle United Malah Terjebak Konflik Iran-AS
-
Fabio Calonego Bersinar di Persija, Mauricio Souza: Gol Itu Hadiah untuk Kerja Kerasnya
-
Pemain Keturunan Indonesia di Liga Belanda Dilaporkan Masuk Radar Transfer Liverpool
-
John Herdman Jangan Cuma Panggil Pemain Senior Dong, Pakai Nih 5 Wonderkid Gacor Ini
-
John Herdman Bisa Ketiban Sial dengan Kondisi Menyedihkan Mauro Zijlstra saat Ini
-
Kevin Diks Jadi Pemain Terbaik Borussia Monchengladbach Bulan Februari
-
Dewa United Siap Bungkam Manila Digger, Jan Olde Ungkap Analisis Kekuatan Lawan
-
Persija Jakarta Krisis Clean Sheet Karena Hilang Fokus Menit Akhir
-
Bocoran Media Inggris, Ini Tim yang Akan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Rizky Ridho Blak-blakan Soal Lini Belakang Persija yang Mudah Kebobolan