- Barcelona menelan kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions usai Pau Cubarsi diganjar kartu merah pada menit ke-44.
- Meski kalah jumlah pemain, Barcelona tetap mendominasi penguasaan bola, namun harus dihukum oleh keefektifan gol Julian Alvarez dan Alexander Sorloth.
- Pelatih Hansi Flick menolak menyerah dan meyakini bahwa peluang Barcelona untuk membalikkan keadaan di leg kedua pekan depan masih sangat terbuka.
Titik balik malapetaka bagi Barcelona terjadi tepat pada menit ke-44 ketika bek muda Pau Cubarsi diusir keluar lapangan.
Wasit memberikan kartu merah langsung usai meninjau tayangan ulang VAR atas pelanggaran kerasnya terhadap pemain lawan, Giuliano Simeone.
Terkait momen krusial tersebut, Flick secara jujur menyoroti rapuhnya transisi pertahanan timnya yang berujung pada gol pembuka bagi tim tamu.
"Pada gol pertama, kami perlu bertahan jauh lebih baik; kartu merah itu diikuti oleh gol tendangan bebas," evaluasi sang pelatih.
Ia merasa celah kesalahan di lini belakang tersebut seharusnya bisa diantisipasi dengan jauh lebih matang.
"Kami bisa dan seharusnya melakukan lebih baik," sesal Flick.
Tendangan bebas mematikan dari Julian Alvarez di masa injury time babak pertama itu akhirnya sukses membawa Atletico unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Barcelona yang tampil pincang secara luar biasa tetap memegang kendali penguasaan bola secara absolut.
Lamine Yamal dan Rashford berkali-kali mencoba membongkar pertahanan Los Rojiblancos demi mencari gol penyeimbang.
Baca Juga: Vinicius Jr Dukung Lamine Yamal Lawan Chant Anti Muslim Oknum Suporter
Alih-alih menyamakan kedudukan, kelengahan lini belakang justru membuat gawang Joan Garcia kembali bergetar pada menit ke-70.
Umpan silang presisi dari sisi kiri sukses disambar dengan sempurna oleh penyerang pengganti, Alexander Sorloth, menjadi gol kedua Atletico.
Barcelona terus berupaya memperkecil ketertinggalan, namun tembakan Joao Cancelo dan Yamal di penghujung laga masih gagal membuahkan hasil hingga peluit panjang dibunyikan.
Berita Terkait
-
PSG Bungkam Liverpool 2-0, Kvaratskhelia: Kami Harusnya Bisa Bantai Mereka
-
Hasil Liga Champions Tadi Malam: Barcelona Tumbang di Kandang, PSG Jinakkan Liverpool 2-0
-
Patrick Kluivert Akhirnya Kembali ke Indonesia, Masyarakat Diminta Jangan Menghina
-
Ronaldo hingga Patrick Kluivert Bakal Adu Tanding di GBK, Catat Tanggalnya!
-
Luis Enrique Tegaskan PSG vs Liverpool Tanpa Favorit
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik