- Barcelona kalah 0-2 dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions, Kamis dinihari di Spanyol.
- Pelatih Hansi Flick kecewa dengan keputusan wasit terkait kartu merah dan insiden handball yang mengabaikan fungsi VAR.
- Meski mengalami kekalahan, Flick memuji performa Lamine Yamal dan menegaskan timnya tetap optimistis menghadapi leg kedua nanti.
Suara.com - Barcelona harus menelan kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/26, Kamis (9/4) dinihari WIB.
Hasil ini membuat peluang Blaugrana semakin berat karena harus menang minimal dua gol di leg kedua.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap keputusan wasit.
Flick secara terbuka mempertanyakan peran VAR dalam laga tersebut.
“Ini situasi yang sulit dipahami. Untuk apa kita punya VAR?” kata Flick dilansir dari Football Espana.
Flick menyoroti momen krusial yang dinilainya merugikan timnya.
Flick mempertanyakan kartu merah Pau Cubarsi serta insiden handball di kotak penalti yang tidak ditinjau VAR.
“Saya tidak yakin itu kartu merah. Tapi yang jelas, ada handball di area penalti dan VAR tidak ikut campur. Seharusnya itu penalti dan kartu kuning kedua,” tegasnya.
Pelatih asal Jerman itu bahkan menyebut keputusan VAR cenderung menguntungkan Atletico Madrid.
Baca Juga: Keok di Menit Akhir, Rui Borges Peringatkan Arsenal: Sporting CP Siap Beri Kejutan di Emirates
“VAR tampaknya cukup berpihak kepada Atletico,” sindir pelatih asal Jerman tersebut.
Meski kecewa, Flick tetap mencoba melihat sisi positif dari performa timnya. Ia menilai Barcelona sebenarnya memiliki banyak peluang untuk mencetak gol.
“Kami kalah, tapi kami punya banyak kesempatan bagus. Kami tidak akan menyerah,” ujarnya.
Flick juga mengonfirmasi bahwa pergantian Pedri di babak pertama dilakukan karena alasan kebugaran.
Flick memastikan kondisi sang gelandang tidak serius, namun perlu dijaga untuk pertandingan berikutnya.
Sementara itu, Lamine Yamal mendapat pujian khusus dari Flick. Pemain muda tersebut dinilai tampil luar biasa meski timnya kalah.
Berita Terkait
-
Keok di Menit Akhir, Rui Borges Peringatkan Arsenal: Sporting CP Siap Beri Kejutan di Emirates
-
Kalah 0-2 Tapi Kuasai Laga dengan 10 Pemain, Hansi Flick Pede Barcelona Balas Atletico di Leg Kedua
-
PSG Bungkam Liverpool 2-0, Kvaratskhelia: Kami Harusnya Bisa Bantai Mereka
-
Hasil Liga Champions Tadi Malam: Barcelona Tumbang di Kandang, PSG Jinakkan Liverpool 2-0
-
Luis Enrique Tegaskan PSG vs Liverpool Tanpa Favorit
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Pesan Digital ala Gen Z: Kenapa Stiker Chat Selalu Hadir di Setiap Obrolan?
-
Walhi Sebut Karhutla di Papua Makin Masif, Banyak Titik Api Berada di Konsesi Food Estate
-
Perang di Gaza, Warga Palestina Gunakan Toilet Darurat Zaman Purba
-
Kabar Gembira! Dedi Mulyadi Ungkap Tanggal Kepulangan ABK Sukabumi yang Terlantar di Fiji
-
Rekening Botok Masih Diblokir, Donasi Logistik Banjiri Posko AMPB di DPR
-
Sukses dengan The Old Country, Mafia Enggan Disamakan GTA
-
Lahan Kosong 5.000 Meter Persegi di Tallasa City Makassar Terbakar, Damkarmat Pastikan Tak Meluas
-
Ubah iPad Rasa MacBook! 3 Rekomendasi Keyboard Bluetooth Murah Mulai Rp130 Ribuan
-
Lagu 'Rumah' Salma Salsabil dan Mereka yang Sedang Mencari Tempat Pulang
-
Gen Z Ditembak Peluru Karet dan Disetrum Polisi saat Tuntut Menteri Pendidikan Mundur di India