Bola / Bola Indonesia
Rabu, 15 April 2026 | 16:55 WIB
Wacana playoff tambahan Piala Dunia 2026 mengemuka jika Iran mundur. Simak peluang Timnas Indonesia bersaing dengan Italia, Denmark, UEA, dan Oman merebut tiket. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar]
Baca 10 detik
  • FIFA mempertimbangkan skenario playoff darurat yang melibatkan empat negara Eropa dan Asia jika Timnas Iran terpaksa mundur dari Piala Dunia 2026.
  • Timnas Italia, Denmark, Uni Emirat Arab, dan Oman dinilai menjadi kandidat paling kuat untuk memperebutkan tiket lungsuran tersebut.
  • Peluang Timnas Indonesia sangat kecil untuk terpilih oleh FIFA akibat minimnya perolehan poin pada fase akhir kualifikasi zona Asia.

Beralih ke zona Asia, Timnas Uni Emirat Arab (UEA) muncul sebagai kandidat paling logis untuk mengisi slot yang mungkin ditinggalkan Iran.

Perjalanan impresif UEA yang melaju sangat jauh sebelum akhirnya disingkirkan oleh Irak menjadi modal berharga di mata FIFA.

Nama berikutnya yang dinilai layak untuk masuk ke dalam bursa calon peserta playoff tambahan adalah Timnas Oman.

Pasukan dari Jazirah Arab tersebut terbukti mampu bersaing sengit hingga fase-fase krusial pada babak kualifikasi sebelumnya.

Pertanyaan terbesarnya kini mengarah pada seberapa besar peluang Timnas Indonesia untuk bisa menyelinap masuk ke dalam skenario tersebut?

Realitas Pahit Skuad Merah Putih

Sayangnya, asa jutaan suporter tanah air tampaknya harus berbenturan dengan realitas pahit terkait performa tim nasional di lapangan hijau.

Peluang skuad Garuda untuk dipertimbangkan oleh FIFA terbilang sangat kecil jika dibandingkan dengan para pesaing dari Timur Tengah.

Faktor utama yang menjadi batu sandungan adalah minimnya perolehan poin yang dikumpulkan Indonesia pada fase akhir kualifikasi zona Asia.

Baca Juga: Intip Gol Dahsyat Luke Vickery, Striker Idaman John Herdman Segera Gabung Timnas Indonesia?

Catatan statistik yang kurang mengesankan tersebut membuat otoritas sepak bola dunia diprediksi akan lebih memprioritaskan negara dengan peringkat dan performa lebih baik.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Load More