Bola / Bola Dunia
Kamis, 16 April 2026 | 13:55 WIB
Nathan Tjoe-A-On buka suara dan sindir NAC Breda soal polemik paspoortgate. [Instagram Nathan Tjoe-A-On]
Baca 10 detik
  • Nathan Tjoe-A-On sempat dibekukan dari skuad Willem II akibat dampak skandal paspor yang dipicu laporan klub NAC Breda.
  • Pemain timnas Indonesia ini menganggap kehebohan di Belanda berlebihan karena ia tidak menyangka perubahan statusnya menjadi masalah besar.
  • Nathan kini telah kembali bermain penuh untuk Willem II setelah menjaga kondisi fisik secara mandiri selama masa pembekuan.

Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On akhirnya buka suara setelah menjadi salah satu korban dari skandal paspoortgate yang sempat memaksanya menepi dari skuad Willem II.

Ia menganggap kehebohan yang terjadi di Belanda terkait statusnya terlalu dibesar-besarkan.

Seperti diketahui, polemik ini bermula dari laporan NAC Breda yang mempertanyakan keabsahan Dean James, yang kemudian merembet dan menyeret nama Nathan.

Akibatnya, ia sempat dibekukan oleh klub dan harus melewatkan dua laga penting.

Meskipun merugikan dirinya secara pribadi, Nathan mencoba melihat situasi ini dari sudut pandang yang berbeda.

Kebetulan saat kehebohan terjadi, ia sedang berada di Indonesia untuk tugas negara.

"Di satu sisi memang terasa aneh. Tapi di sisi lain, semua kehebohan itu terjadi saat saya sedang berada di Indonesia untuk agenda internasional. Jadi menurut saya, di Belanda ini jadi lebih dibesar-besarkan daripada yang saya rasakan,” ujar Nathan Tjoe-A-On, dikutip dari BD Netherland.

Nathan Tjoe-A-On mencetak gol debut untuk Willem II. (Instagram/willemii)

Pemain berusia 24 tahun itu mengaku sama sekali tidak menyangka jika perubahan status kewarganegaraannya bisa menjadi masalah sebesar ini.

“Saya tidak menyangka ini akan jadi masalah besar, bahkan tidak ada yang tahu bahwa ini sebenarnya bisa menjadi masalah,” katanya.

Baca Juga: Tegaskan Komitmen Sebagai WNI, Tim Geypens Bantah Keras Isu Ingin Jadi Warga Belanda Lagi

Menariknya, meskipun menjadi korban langsung dari laporan yang dibuat NAC Breda, Nathan memilih untuk tidak menyalahkan.

Ia justru mencoba memahami motif di balik tindakan klub tersebut, yang saat ini memang sedang berjuang di zona degradasi.

“Saya bisa memahami jika klub seperti NAC, yang berada di zona degradasi, mencoba mencari keuntungan. Tapi menurut saya ini tidak terlalu realistis, dan akhirnya masalah ini jadi lebih besar dari yang mereka bayangkan,” ujarnya.

Selama masa pembekuan, Nathan tidak tinggal diam. Ia tetap menjaga kondisi fisiknya dengan berlatih mandiri bersama pelatih pribadi, yang terbukti efektif saat ia langsung bisa tampil penuh selama 90 menit sekembalinya ke tim.

“Memang tidak sama seperti latihan tim, tapi saya tetap menjaga kondisi. Dan terbukti saya bisa langsung bermain penuh saat melawan Almere City,” katanya.

Kini dengan semua polemik yang telah usai, fokus utama Nathan adalah membantu Willem II meraih hasil maksimal di sisa musim, termasuk di babak play-off promosi yang krusial.

Load More